3 Rahasia Menjadi Kaya

Cara cepat menjadi kaya?

Jika Anda membaca artikel ini karena ingin mengetahui cara cepat menjadi kaya, BAGUS, Anda sudah berada di bahan bacaan yang tepat. Mengapa? Karena saya ingin memberitahu Anda bahwa tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya. Well, ada, namun biasanya berupa undian/lotre dan perjudian, dimana keduanya memiliki risk-reward ratio yang tidak saya gemari.

Tetapi karena Anda sudah terlanjur masuk dan membaca lebih jauh, maka saya ingin memberitahu Anda rahasia sebenarnya untuk menjadi kaya.

Berikut ini adalah 3 hal yang harus Anda ketahui agar Anda dapat menjadi orang kaya.

(Sebelum membaca lebih lanjut, saya sarankan Anda baca dan pahami dulu segala sesuatu mengenai compound interest)

Savings rate (rasio tabungan)

Semenjak sekolah dasar kita sudah diajarkan untuk senantiasa menabung. Tetapi tidak ada yang pernah menjabarkan berapa banyak yang harus ditabung, bagaimana cara menabung yang benar, dsb.

Salah satu perhitungan yang Anda harus kuasai dan miliki untuk Anda pribadi adalah savings rate.

Savings rate = (jumlah yang Anda tabung/jumlah pendapatan Anda) x 100%

Angka tersebut bisa dalam bulanan/tahunan. Sebagai catatan, blog/buku finance luar negeri biasanya melaporkan angka-angka ini dalam hitungan tahunan.

Sebagai contoh, misalkan gaji saya 20 juta IDR/bulan. Pada akhir bulan (walaupun ini sebenarnya salah, tabungan harusnya disisihkan di awal bulan) yang berhasil saya tabung sejumlah 2 juta IDR. Maka berdasarkan rumus di atas, savings rate saya bulan tersebut adalah 10%.

Tentunya semakin besar angka savings rate Anda akan semakin baik dalam perjalanan mencapai tujuan investasi Anda. Namun angka savings rate yang “sehat” adalah 10-20%.

By the way, jika saya bicara tabungan, ini bukanlah tabungan uang tunai di rekening tabungan, tapi kesemuanya merupakan jumlah yang Anda investasikan. Bagaimana kalau perlu sesuatu mendadak? Itulah gunanya Anda memiliki dana darurat (akan dibahas dalam blog post lain).

Interest rate (rasio bunga/imbal hasil)

Untuk angka yang satu ini lebih sederhana, karena kita tinggal melihat berapa angka return/imbal hasil dari suatu instrumen investasi. Mungkin yang lebih penting Anda ketahui adalah bahwa tidak semua instrumen investasi memiliki fixed return atau imbal hasil yang tetap (tidak berubah-ubah). Bahkan instrumen investasi yang betul-betul dapat menjamin fixed return hanyalah deposito. Sehingga ketika ada seseorang/sesuatu yang menawarkan fixed return >10% per tahun, seluruh sel di tubuh Anda patut waspada.

Interest rate biasanya dilaporkan per tahun atau biasa dituliskan sebagai p.a (per annum).

Berikut adalah rerata return (per tahun) dari beberapa instrumen investasi yang berhasil saya rangkum, diurutkan dari return terkecil:

  • Reksa dana pasar uang: 1,47%
  • Suku bunga deposito IDR: 4-6% (tergantung bank mana)
  • BI 7-day reverse (repo) rate (suku bunga acuan untuk bank): 5,09% per tahun
  • Reksa dana pendapatan tetap: 6,49%
  • Obligasi pemerintah: sekitar 7% (namun tahun 2020 turun jadi sekitar 6% karena suku bunga naik)
  • Reksa dana campuran: 9%
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) – bukan merupakan instrumen investasi: 12,85%
  • Reksa dana saham: 16,21%

Tentunya masing-masing dengan risikonya masing-masing, dan sebagai catatan: nilai-nilai di atas adalah rerata, jadi bukan berarti setiap tahun Anda akan mendapatkan imbal hasil sesuai nilai di atas.

Sehingga dengan mengetahui secara kasar angka-angka di atas, Anda dapat menentukan pilihan instrumen investasi Anda disesuaikan dengan tujuan investasi Anda dan merujuk kepada rumus compound interest.

Time (waktu)

Waktu tidak dapat dibeli dengan uang. A time lost is a time lost. You can never “gain” time.

Ini adalah komponen paling utama dari investasi, yang menjadi alasan mengapa sebenarnya tidak ada cara cepat menjadi kaya melalui investasi. Namun sebaliknya, jika kita “mematuhi” aturan waktu ini, maka buah dari kesabaran kita adalah hasil dari compound interest yang membuat uang kita bekerja untuk kita. Jangan pernah lupakan bahwa waktu adalah komponen terpenting dari compound interest.

Jadi jika Anda saat ini berinvestasi, namun imbal hasilnya Anda ambil untuk digunakan dalam waktu 2 atau 3 tahun, Anda sebenarnya sedang menghancurkan konsep compound interest yang sebenarnya sedang bekerja untuk Anda.

Investasi memang seharusnya membosankan dan makan waktu lama. Beberapa sumber bahkan mengatakan investasi yang benar itu seperti kalau kita sedang menonton cat tembok yang mengering. Kalau Anda membutuhkan keseruan atau hiburan, jangan berinvestasi, naik arung jeram saja.

Slow and steady wins the race. (Ingat cerita balapan kura-kura dan kelinci?)

Let’s stop here. I don’t want to waste too much of your time.


Maka untuk sejawat sekalian saya mau mengingatkan lagi, bahwa kemungkinan besar Anda sudah “membuang” banyak waktu dengan tidak berinvestasi karena tidak mengetahui semua hal ini. Maka mulailah belajar mengenai personal finance dan cara berinvestasi yang benar. Jika Anda memiliki keluarga/kenalan yang belum paham mengenai hal ini, do them a favor dan tunjukkan kepada mereka website ini.

Apakah Anda masih berkutat mencari cara cepat menjadi kaya? Tinggalkan komentar di kolom di bawah, atau klik ikon chat di kanan bawah.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *