Anamnesis Finansial #4: Orthopaedic Surgeon

Anamnesis, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai:
  • Psikologi: keterangan tentang kehidupan seseorang (klien) yang diperoleh melalui wawancara dan sebagainya.
  • Kedokteran dan fisiologi: riwayat orang sakit dan penyakitnya pada masa lampau.

Jadi pada thread post ini, saya mencoba untuk melakukan anamnesis finansial, sederhananya seperti sesi tanya-jawab dengan seseorang yang memiliki latar belakang dan profesinya masing-masing, dan akan membahas tentang sudut pandang orang tersebut mengenai dunia finansial, baik secara umum maupun pengalaman pribadinya.

Pada anamnesis finansial kali ini, saya mencoba untuk berdiskusi dengan seseorang dari rumpun profesi yang sama yaitu dari dunia orthopaedi, dan ternyata beliau juga sudah cukup lama belajar mengenai finance.

Komang Septian, MD adalah seorang spesialis orthopaedi yang saat ini bertugas di Pulau Dewata.


1. Anda patut bersyukur karena menyadari perlunya investasi saat baru saja lulus dari pendidikan spesialis. Kalau boleh tahu, peristiwa apa yang membuka mata anda bahwa dokter harus memiliki literasi finansial dan harus berinvestasi?

Well sebenarnya ga ada satu peristiwa spesifik yg buat saya menyadari pentingnya kita melek finansial. Dasarnya memang saya punya keinginan untuk selalu menambah pengetahuan baru di bidang apapun, salah satunya bidang finansial. Akhirnya mulai deh baca-baca blog, nonton channel-channel finansial di Youtube, baca buku dan satu lagi dengerin podcast sambil nyetir. Semakin banyak mendapat pengetahuan dari sumber-sumber tadi, semakin yakin lah saya bahwa literasi finansial itu sangat penting buat semua orang, bukan hanya dokter, karena menurut saya literasi finansial adalah salah satu pengetahuan yg wajib kita miliki sebagai salah satu tools untuk membantu kita menjalani kehidupan sehari hari

2. Dari mana anda sendiri memulai belajar mengenai finance?

Awalnya saya mulai dari baca-baca blog seperti Financial Samurai, serta situs-situs finansial lain seperti Forbes dan CNBC. Trus juga nonton video-video di Youtube, baca buku dan dengerin podcast sambil nyetir ke rumah sakit karena dengerin podcast di jalan itu efektif banget, dalam 30-45 menit perjalanan banyak banget informasi yg bisa kita dapet dari orang-orang yg memang sudah duluan mengarungi perjalanan finansial mereka dan sekarang udah di tahap financial independence.

3. Menurut anda sendiri, mengapa profesi dokter secara spesifik harus berinvestasi?

Kalau menurut saya, dokter adalah sebuah profesi, individunya sendiri tetaplah sama seperti orang lain yang punya kebutuhan-kebutuhan yg harus dipenuhi, seperti kebutuhan sehari-hari, dana pendidikan anak, dan jangan lupa dokter suatu saat akan pensiun, jadi sangat penting untuk mempersiapan pensiun kita nanti. Nah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itulah kita memerlukan suatu perencanaan yg baik agar semua kebutuhan tadi bisa terpenuhi dan salah satu caranya adalah dengan berinvestasi

4. Saat ini, punya instrumen investasi di kategori aset apa saja?

Saat ini saya memulai dengan mempersiapkan dana darurat, pendidikan anak, modal usaha, dan dana pensiun.
Masing-masing goal itu memiliki time frame yg berbeda beda, jadi saya juga memilih instrumen investasi yg berbeda-beda seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.
Kalau spesifik kategori aset untuk reksa dana saham, ada yg di reksa dana index, ada yg di small cap, dan ada yg di large cap.

5. Anda adalah penganut pentingnya dana darurat, dapat dijabarkan mengapa menurut anda dana darurat itu penting?

Dana darurat itu penting banget karena dalam hidup ini banyak sekali hal yg ga bisa kita kontrol, yg bisa kita kontrol adalah gimana kita merespon masalah-masalah yg mungkin akan datang dalam hidup kita.
Nah salah satu respon itu adalah dengan mempersiapkan dana darurat, karena dengan punya dana darurat, kita akan terhindar dari berhutang disaat kita memerlukan dana yg besar dalam waktu singkat, misal saat kita sakit dan sementara tidak bisa bekerja, namun kebutuhan dan biaya-biaya tetap saja berdatangan.

6. Apa tujuan anda sendiri berinvestasi?

Secara khusus untuk mencapai tujuan-tujuan dalam kehidupan, baik goal jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
Secara umum saya ingin memutus benang fenomena sandwich generation agar berhenti di orangtua saya saja.

7. Buku/ bahan bacaan apa yang dapat anda sarankan untuk dokter lain yang baru saja mau memulai untuk belajar finance?

Saran saya mulai dengan bacaan ringan saja dulu, sehingga kita tidak bosan dan malah ingin tahu lebih banyak. Bisa mulai dengan blog seperti blog teman saya ini.
Berikutnya saya sarankan baca buku “Think and Grow Rich” oleh Napoleon Hill. (Anda dapat membelinya langsung melalui link Amazon tersebut dan saya akan mendapatkan sedikit komisi dari pembelian Anda)


Jika anda adalah seorang dokter yang baru saja menyelesaikan pendidikan spesialis, mungkin ini adalah waktu yang paling tepat untuk memulai belajar finance dan investasi. Jangan jadi korban lifestyle seperti yang kebanyakan dokter spesialis jalani saat ini (and they don’t even realize it).

Jikalau anda sudah menjalani kehidupan sebagai dokter spesialis selama beberapa tahun, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan apakah pengaturan keuangan anda sudah tepat? Apakah sudah didasari dengan ilmu-ilmu keuangan yang memadai?

Kalau anda merupakan seorang mahasiswa kedokteran/residen, anda baru saja mendapat durian runtuh karena mengetahui hal ini dari waktu yang sangat dini. Mulailah belajar dan berlatih bagaimana pengelolaan keuangan yang baik, niscaya kehidupan keuangan anda akan semakin bermakna nanti saat lulus dari pendidikan.


Jadi anda sedang dalam tahap pendidikan kedokteran yang mana? Tinggalkan pesan/komentar di kolom di bawah.
Subscribe untuk mendapatkan posting terbaru dan konten-konten eksklusif member di SINI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *