Mengapa Investasi di Reksa Dana Indeks?

Bagi pembaca yang sudah mengetahui dan mengikuti apa yang saya tuliskan di artikel-artikel dalam blog ini ataupun melalui media sosial maupun grup Telegram, maka pasti sudah memahami bahwa gaya berinvestasi saya adalah dengan cara berinvestasi secara pasif melalui reksa dana (RD) indeks.

Ilusi Sukses Melalui Bisnis

Sebagai peringatan di awal, jika Anda adalah seseorang yang merasa dan masih meyakini bahwa membangun/memiliki sebuah bisnis adalah satu-satunya cara untuk sukses, untuk membangun kekayaan dan mencapai financial independence, maka artikel ini bukanlah untuk Anda. You’re not going to like what I’m going to say.

Understanding “The Big Short”

Kalau Anda sudah menonton film “The Big Short” dan tidak mengerti apa yang terjadi, you’re not alone. Saya sendiri harus menontonnya 3 kali (sambil mempelajari istilah-istilahnya) sampai akhirnya baru bisa mengerti film tersebut menceritakan tentang apa.

Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun

Saya percaya ini juga merupakan blunder dari kebanyakan orang di usia produktifnya: tidak menyadari bahwa dana pensiun harus dipersiapkan dari hari pertama Anda menerima gaji.
Akibatnya, mayoritas pekerja usia produktif hanya akan bekerja untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya uang, namun tidak jelas untuk apa.

Manajemen Keuangan Residen

First and foremost, jangan beranggapan bahwa saya adalah seseorang yang berhasil melakukan manajemen keuangan dengan baik semasa residen. Teman-teman yang dekat dengan saya pasti mengetahui bahwa saya bukanlah orang yang paling bijak perihal keuangan di masa-masa itu. Namun justru karena menapak tilas masa-masa itu dengan kacamata finance yang saya miliki sekarang maka saya merasa sudah menjadi kewajiban saya untuk “memperingatkan” sejawat yang masih menjalani masa residen/PPDS.

Kesalahan Terbesar Dokter Spesialis

Belum lagi ketika melihat gaya hidup/lifestyle dari para dokter spesialis yang membuat kita menginginkan kehidupan semacam itu di kemudian hari: mobil mewah yang punya spot parkir khusus di depan lobi, iPhone (bisa lebih dari satu), tablet, atau laptop jenis terbaru, tas branded, dsb.

Dan kemudian kita pun berpikir:

They must be doing really well money-wise, right?

Cara Menyusun Portfolio

Jadi jika Anda sudah menetapkan tujuan investasi Anda, maka berikutnya pasti Anda sudah menetapkan instrumen investasi dengan imbal hasil berapa yang Anda butuhkan untuk mencapai target tersebut. Portfolio merupakan sebuah buku harian mengenai instrumen-instrumen investasi yang Anda miliki dan merupakan “strategi perang” Anda untuk mencapai tujuan investasi tersebut.

Roda Ekonomi Keluarga Antar Generasi

Karena kami sama-sama memiliki ayah yang berangkat dari kehidupan yang secara ekonomi sangat susah sewaktu kecil, dan kemudian bertumbuh dewasa dan berhasil meraih kesuksesan di usia produktifnya. Lalu kami berpikir apakah kami yang melewati masa kecil dengan relatif “lancar” ini dapat bertahan menghadapi gelombang hidup di masa depan?

Cara Mengenali Investasi Bodong

Belakangan ini saya mulai mengamati lagi bahwa penipuan-penipuan yang berkedok investasi (investasi bodong) mulai banyak muncul lagi. Suatu hal yang cukup cerdik yang dilakukan oleh oknum-oknum penipu, dan jalan keluar satu-satunya adalah to outsmart them: jadilah lebih cerdik dari mereka.

Cara Berinvestasi secara Pasif

Investasi aktif adalah seperti memulai sebuah bisnis start-up, makanan/minuman, kos-kosan, jual-beli properti dsb, dimana Anda diharuskan untuk meluangkan pikiran, waktu dan tenaga yang cukup banyak (yang menurut saya cukup sulit untuk dilakukan sambil praktik sebagai dokter).

Sementara investasi pasif jauh lebih sederhana dari itu, dan cocok untuk orang-orang yang tidak punya dasar otak marketing atau bisnis seperti saya, atau orang-orang yang tidak punya waktu untuk menganalisa pergerakan pasar, ekonomi negara, dan sebagainya.