Cara Mengenali Investasi Bodong

Photo by Jp Valery on Unsplash

Fenomena umum di periode sulit

Belakangan ini saya mulai mengamati lagi bahwa penipuan-penipuan yang berkedok investasi (investasi bodong) mulai banyak muncul lagi. Suatu hal yang cukup cerdik yang dilakukan oleh oknum-oknum penipu, dan jalan keluar satu-satunya adalah to outsmart them: jadilah lebih cerdik dari mereka.

Mengapa saya bilang mereka cerdik? Karena mereka memanfaatkan psikologi manusia yang selalu ada pada titik terlemahnya saat tertekan secara finansial: menjadi tamak dan menginginkan sesuatu yang menjanjikan return/imbal hasil yang fenomenal dan instan.

Sangat jahat bila dipikir-pikir bukan? Di saat orang-orang putus asa karena kehidupan ekonomi keluarga terpukul, mereka malah semakin menjadi-jadi menebarkan jebakan investasi bodong.

Relax, you’re smarter than them.

Contoh-contoh investasi bodong

Sebelum kita masuk ke tips-tips untuk mengenali tawaran-tawaran macam apa yang mengindikasikan itu adalah sebuah penipuan, saya mau memberikan contoh dulu beberapa tawaran investasi bodong yang saya identifikasi belakangan ini:

Bitcoin robo trader

Awal mulanya biasanya si penipu menebar umpan dengan cara menunjukkan headline artikel yang sangat menarik perhatian, seperti:

Menarik, bukan? Pemuda 33 tahun bisa mendapatkan profit 600 juta IDR dengan hanya bekerja dari rumah/di mana pun dia mau bekerja. Di gambar ini saja sudah mulai ada yang aneh, karena di pages tab di atas, kata “finance” ternyata typo menjadi “finace.” Tidak mungkin suatu website investasi yang kredibel akan membiarkan typo di tab yang sangat penting ini.

Anyway, lalu karena Anda sudah tertarik membaca artikel ini, berikutnya semakin dibuai lagi dengan gambar seorang pemuda yang sedang bekerja dari balkon rumahnya sambil minum kopi (sebuah gambaran pekerjaan yang ideal kan?)

Lalu Anda diberikan sebuah chart yang saya yakin kebanyakan orang pun tidak akan mengerti apa arti chart tersebut, intinya mau menunjukkan bahwa aplikasi robot trading-nya bekerja sangat baik dan memberikan cuan yang cepat dan menggiurkan.

Lalu di bawahnya diberikan ilustrasi berapa kira-kira yang Anda bisa dapatkan jika berinvestasi di instrumen tersebut. Ditambah lagi di bawahnya seakan-akan si penulis blog mencoba menguji kebenaran hal tersebut dan (guess what) ternyata benar adanya (menurut blog tersebut). Dan muncullah button ultimatum agar Anda segera mencoba aplikasi tersebut, serta nama aplikasinya. Pffttt..

Ternyata kalau tab pages di atas yang bermacam-macam tadi diklik pun semuanya membuka halaman yang sama, yaitu halaman berikut ini. Jika Anda perhatikan di atasnya diberikan banner “WARNING” seakan-akan waktu untuk mendaftar terbatas dan akan segera ditutup.

I believe you’re smarter than this, right?

Saya tidak dan tidak akan pernah menganggap Bitcoin sebagai sebuah investasi, let alone menggunakan robot trading, dan tidak akan pernah menyarankannya untuk siapapun, EVER.

Multi-level marketing

Tipuan yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini tidak saya sangka masih ada juga di masa sekarang ini. Lebih parahnya, ada yang menggunakan gelar dokter sebagai umpannya, seperti dapat Anda lihat contoh berikut ini.

Terlihat seperti lelucon? Percayalah saya pun berharap saya bercanda, dan berharap oknum tersebut bukanlah seorang dokter betulan di dunia nyata, namun yang seperti ini betul-betul ada di luar sana (dan saya berharap tidak ada korbannya). Salah seorang kawan investor saya yang iseng mencoba masuk ke dalamnya sudah mengidentifikasi bahwa ternyata pada akhirnya yang ditawarkan adalah multi-level marketing atau merupakan sebuah skema investasi penipuan yang meniru model Ponzi scheme.

Tanda-tanda investasi bodong

Oleh karena banyaknya tipuan-tipuan seperti inilah maka saya hendak menjabarkan signs and symptoms yang dapat Anda identifikasi agar dapat mendiagnosis sebuah investasi bodong.

Berikut ini adalah ciri-ciri utama dari investasi yang tidak jelas (bodong) dan most likely merupakan penipuan dan bukanlah sebuah instrumen investasi yang valid.

Datang menghampiri Anda

Ya, seperti kasus Whatsapp text message di atas, ataupun sebuah tautan yang di-forward dari teman atau group chat, biasanya banyak tawaran investasi yang datang menghampiri Anda saat Anda tidak sedang aktif mencarinya.

Ini adalah ciri utama sebuah investasi bodong, yaitu lebih dulu menghampiri Anda, dan bukan Anda yang mencarinya terlebih dahulu. Pemikirannya sebenarnya sederhana, jika saya mengetahui suatu instrumen investasi yang sangat menguntungkan dan memberikan return dengan jumlah yang sangat besar, untuk apa saya membagikannya ke orang lain? Kenapa tidak saya simpan saja sendiri untuk saya agar saya dapat meraih keuntungan sebesar-besarnya? It doesn’t make sense.

So if some sounds-like-a-good-idea investment instruments approach you…. RUN.

Menawarkan fixed return yang tinggi

Ini merupakan cara yang paling mudah untuk memfilter instrumen-instrumen investasi bodong. Jika seseorang menawarkan sebuah instrumen investasi dengan imbal hasil yang tinggi (untuk mudahnya anggap saja 10% adalah batasnya) dan fixed (return tetap, seakan-akan tanpa risiko), larilah jauh-jauh.

The higher the risk, the higher the return.

Prinsip ini saja yang perlu Anda pegang. Artinya jika suatu instrumen menawarkan fixed return/imbal hasil tetap yang >10% dan tidak mengutarakan risiko apa-apa, it’s just simply too good to be true.

Oke, mungkin ada yang berargumen bahwa tidak ada instrumen yang menawarkan fixed return seperti itu, yang tertulis atau dijabarkan biasanya hanya expected return (imbal hasil yang diharapkan) dan risikonya sebenarnya tertulis dalam bentuk huruf-huruf dengan font size kecil.

Are you kidding me???

Jadi Anda sedang bilang bahwa sebenarnya banyak yang menawarkan instrumen investasi di luar sana tanpa memberitahukan risiko sebenarnya kepada para investor, dan investor ritel seperti kita harus mempelajarinya sendiri dengan seksama baru bisa menemukan risiko-risiko tersebut?

Welcome to finance. Where everyone thinks of their own belly buttons.

Jadi, jangan pernah masuk ke sebuah instrumen investasi hanya karena tergiur akan return yang sensasional.

Tidak didukung dengan paperwork yang memadai

Ciri terakhir dari sebuah investasi yang tak berdasar adalah tidak didukung dengan berkas-berkas yang memadai. Sebuah manajer investasi reksa dana saja untuk dapat mengelola uang investor harus menyertakan berkas prospectus yang sangat tebal dan fund fact sheet sebagai ringkasannya. Saking rumitnya sampai kebanyakan investor bahkan tidak membacanya (don’t be like this)!

Seluruh aplikasi sekuritas atau broker online yang sah diĀ  zaman sekarang saja selalu mengirimkan minimal e-mail (jika tidak surat yang diposkan ke alamat kita) berisi detil transaksi dan ringkasan kepemilikan aset secara berkala.

Jadi apabila ada sebuah instrumen investasi dan saat Anda menanyakan berkas-berkas pendukung kemudian dijawab dengan kalimat “gampang, berkas-berkas akan disusulkan,” jangan mudah percaya.

Satu pesan lagi sebagai penutup dari saya, meskipun berkas-berkas dari sebuah instrumen investasi sudah tersedia, READ IT! Bacalah setiap huruf, setiap angka, setiap tanda baca. Ingatlah prinsip yang selalu dipegang oleh para investor handal:

The devil’s in the details.


Apakah Anda memiliki pengalaman terjerumus/hampir terjerumus dalam sebuah investasi bodong?

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah atau melalui ikon chat di kanan bawah.

6 thoughts on “Cara Mengenali Investasi Bodong”

  1. thankyou dok..
    tp multilevel marketing knp lebih ke arah penipuan dok?
    beberapa ngeklaim itu sebagai metode penjualan/marketing gitu dok

    Reply
  2. Hallo dok sy mau tanya agak melenceng ya. Klo misalnya ada p2p landing yg minta data sensitif (nama ibu kandung) pada awal registrasi, menurut dokter gmn ya, sy agak takut dan ragu utk kasih data tsb (sy lg coba daftar danasyariah.id)
    Mohon tanggapannya dok, tks

    Reply
    • Hehe memang problematik ya. Kalau saya sih pakai aja nama lain yang tidak ada hubungannya dengan nama ibu kandung, catat di suatu tempat. Tujuannya kan untuk verifikasi saja. Sehingga yang terdata di mereka tidak sama dengan yang di bank.

      Reply

Leave a Comment