Mengapa Investasi di Reksa Dana Indeks?

Bagi pembaca yang sudah mengetahui dan mengikuti apa yang saya tuliskan di artikel-artikel dalam blog ini ataupun melalui media sosial maupun grup Telegram, maka pasti sudah memahami bahwa gaya berinvestasi saya adalah dengan cara berinvestasi secara pasif melalui reksa dana (RD) indeks.

Ilusi Sukses Melalui Bisnis

Sebagai peringatan di awal, jika Anda adalah seseorang yang merasa dan masih meyakini bahwa membangun/memiliki sebuah bisnis adalah satu-satunya cara untuk sukses, untuk membangun kekayaan dan mencapai financial independence, maka artikel ini bukanlah untuk Anda. You’re not going to like what I’m going to say.

Manajemen Keuangan Residen

First and foremost, jangan beranggapan bahwa saya adalah seseorang yang berhasil melakukan manajemen keuangan dengan baik semasa residen. Teman-teman yang dekat dengan saya pasti mengetahui bahwa saya bukanlah orang yang paling bijak perihal keuangan di masa-masa itu. Namun justru karena menapak tilas masa-masa itu dengan kacamata finance yang saya miliki sekarang maka saya merasa sudah menjadi kewajiban saya untuk “memperingatkan” sejawat yang masih menjalani masa residen/PPDS.

Cara Mengenali Investasi Bodong

Belakangan ini saya mulai mengamati lagi bahwa penipuan-penipuan yang berkedok investasi (investasi bodong) mulai banyak muncul lagi. Suatu hal yang cukup cerdik yang dilakukan oleh oknum-oknum penipu, dan jalan keluar satu-satunya adalah to outsmart them: jadilah lebih cerdik dari mereka.

Cara Berinvestasi secara Pasif

Investasi aktif adalah seperti memulai sebuah bisnis start-up, makanan/minuman, kos-kosan, jual-beli properti dsb, dimana Anda diharuskan untuk meluangkan pikiran, waktu dan tenaga yang cukup banyak (yang menurut saya cukup sulit untuk dilakukan sambil praktik sebagai dokter).

Sementara investasi pasif jauh lebih sederhana dari itu, dan cocok untuk orang-orang yang tidak punya dasar otak marketing atau bisnis seperti saya, atau orang-orang yang tidak punya waktu untuk menganalisa pergerakan pasar, ekonomi negara, dan sebagainya.

Medical Doctors on FIRE: Financial Independence, Retire Early

Memiliki kepanjangan Financial Independence, Retire Early – FIRE atau FIRE Movement adalah sebuah gerakan yang mulai dikenal sekitar tahun 2010 terutama di Amerika Serikat. Kemungkinan berawal dari bangkitnya perekonomian setelah subprime mortgage crisis di AS 2008, banyak pemuda-pemuda di usia produktif yang kemudian mempopulerkan cara agar seseorang dapat pensiun dini dan “terbebas” dari pekerjaannya.

Kapan Dokter Boleh Beli Rumah?

Sebuah pertanyaan yang hampir pasti terlintas di kepala setiap orang, terutama di usia produktif adalah “Kapan saya bisa beli rumah?” Sebuah obsesi yang, menurut saya, tidak jelas asalnya dari mana.

Sering digambarkan sebagai “The American Dream,” memiliki rumah seakan-akan dijadikan tujuan hidup yang terutama, dan baru setelah punya rumahlah seseorang bisa betul-betul bahagia, atau minimal menjadi fondasi kebahagiaan seseorang.

7 Tips Keuangan di Saat Krisis

Memang sudah banyak pihak yang memperkirakan bahwa akan terjadi krisis ekonomi di tahun 2020 ini. Namun siapa yang menyangka bahwa ekonomi seluruh dunia akan terpukul keras dimulai dari dunia kesehatan dimana para dokter terlibat erat di dalamnya?

Lalu mulai banyak pertanyaan yang beterbangan di kepala kita:

Bagaimana jika income bulanan kita mengalami penurunan, atau bukan tidak mungkin malah berhenti sama sekali?

Bagaimana jika income kita perlahan-lahan terasa semakin tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kita?

Membongkar Mitos-mitos mengenai Finance

Ketakutan terbesar yang seringkali menghalangi seseorang untuk mulai investasi adalah takut rugi/kehilangan uang. Yang cukup sering menemani ketakutan ini adalah mitos-mitos yang seringkali diungkapkan oleh orang-orang di sekitar kita (bukan tidak mungkin bahkan keluarga kita) yang membuat kita bahkan tidak mau memulai untuk mempelajarinya.

Reksa Dana untuk Pemula

Saya kira periode ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan reksa dana (RD), di tengah maraknya isu resesi ekonomi dan karena instrumen investasi yang dikenal dengan nama reksa dana ini baru saja dihajar bertubi-tubi oleh sentimen negatif, yaitu bubar/ditutupnya beberapa manajer investasi karena kasus gagal bayar. Sehingga banyak sejawat dan pembaca yang baru mau memulai investasi jadi takut untuk menanamkan dana investasinya di RD, dan sejawat yang sudah (merasa) mengerti investasi menjadi panik dan takut berlebih terhadap RD (tidak berhenti di situ, namun berlanjut ke menyebarkan ketakutan tersebut ke orang lain).