Anamnesis Finansial #1: Banker, Drummer

Anamnesis, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai:
  • Psikologi: keterangan tentang kehidupan seseorang (klien) yang diperoleh melalui wawancara dan sebagainya.
  • Kedokteran dan fisiologi: riwayat orang sakit dan penyakitnya pada masa lampau.

Jadi pada thread post ini, saya mencoba untuk melakukan anamnesis finansial, sederhananya seperti sesi tanya-jawab dengan seseorang yang memiliki latar belakang dan profesinya masing-masing, dan akan membahas tentang sudut pandang orang tersebut mengenai dunia finansial, baik secara umum maupun pengalaman pribadinya.

Pada anamnesis finansial perdana ini, saya mendapat kehormatan untuk berdiskusi dengan seorang banker, yang kebenaran juga adalah seorang drummer band metal (yes, cool isn’t it?). Beliau bernama Mr. Erixon Sihite.


1. Apa yang ada di pikiran anda jika mendengar seseorang memiliki profesi sebagai dokter? Konotasi/sentimen nya lebih ke positif atau negatif?

Yang saya pribadi ketahui, profesi dokter masih mendapat konotasi positif di masyarakat. Mungkin dikarenakan pendapat masyarakat yang menyatakan bahwasanya untuk menjadi seorang profesional seperti dokter, dibutuhkan kecerdasan di atas rata-rata masyarakat kita. Saya rasa hal tersebut juga berlaku untuk profesi profesional lainnya seperti insinyur, pengacara, bankir dan lain sebagainya.

2. Berapa kira-kira persentase kenalan anda (bukan nasabah) yang anda ketahui adalah seorang dokter dan juga merupakan seorang investor? Apakah mereka cukup bijak dalam hal investasi?

Saya rasa hanya ada 3 orang kenalan saya yang memiliki profesi sebagai dokter. Salah satunya adalah gitaris band saya sendiri, dan dua orang lain ialah teman sekolah saya. Tapi selama perjalanan karir saya, kurang lebih ada 11 dokter yang pernah saya tangani. Dari dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter atlit hingga dokter kepresidenan.

Perihal investasi, saya yakin setiap individu memiliki profil investasinya sendiri. Opini awam saya, kita tidak bisa mengelompokkannya dari sisi pekerjaan. Karena bahkan para dokter inipun saya lihat memiliki latar belakang dan kisah-kisah yang berbeda pula. Ini yang membuat dan membentuk profil investasi mereka pun menjadi beranekaragam.

Secara umum, mayoritas dokter yang saya kenal rata2 memiliki profil investasi konservatif. Saya rasa harusnya ada studi lebih lanjut beserta data terkait hal ini. Tapi asumsi saya, mungkin hal ini disebabkan memang banyak dokter yang saya kenal rata-rata terlalu sibuk dan belum punya waktu untuk mengurus investasi yang lebih agresif. Karena makin agresif sebuah investasi, sudah tentu akan lebih banyak waktu yang harus dicurahkan seorang dokter untuk memonitor investasinya.

3. Menurut anda, haruskah seorang dokter berinvestasi? Mengapa?

Saya pribadi merasa, bukan hanya dokter, tetapi semua orang harus mengerti investasi. Karena hal tersebut juga yang nantinya akan menopang kehidupan perekonomian kita di masa yang akan datang.

Orang banyak mengira kalau kita membahas investasi, kita akan berbicara tentang produk pasar modal (saham), hal-hal teknis dengan istilah-istilah yang kedengaran keren namun membingungkan, tidak ada waktu, tidak ada uang dan berbagai faktor lain yang malah membuat orang jadi takut atau segan mempelajarinya. Padahal investasi kan tidak semuanya serumit itu.

Dua hal penting yang saya mau kemukakan:

  1. Perihal ribet dan malas memulai
    Adalah wajar bagi seorang dokter mengetahui “teknis” bagaimana dan tahapan menyembuhkan sebuah penyakit. Tetapi musisi independen seperti saya, vokalis dan gitaris saya (yang bukan dokter), saya rasa ya tidak perlu belajar dan mengerti teknis kedokteran. Akan tetapi bukanlah suatu rocket science bagi kami yang ada di profesi lain untuk mengerti bahwasanya pola hidup self destruction seperti konsumsi alkohol berlebihan, narkoba, makan sembarangan, tidak olahraga dan sejenisnya akan berdampak buruk bagi kesehatan kami. Kesehatan juga bagian dari investasi. Jadi, saya rasa kita semua tidak perlu tau teknis secara mendetil, tetapi kulit-kulitnya perlu untuk diketahui dan dipelajari. Lagipula sekarang era mesin pencari semakin canggih, banyak informasi bisa kita gali di dalamnya.
  2. Lakukan saja dulu
    Saya teringat sedikit tips dari tembang Fear Factory bertajuk “Fear Campaign:”

    “What do you fear? It is the most strategic tool used to manipulate. Intimidation to make me weak in order to obey.”

    Yang saya tangkap dari lagu itu, ketakutan membuat kita tidak berani mengambil sikap dan bertindak. Dan menurut saya pribadi, ketakutan melakukan sesuatu ya karena kita tidak tahu atau tidak mengerti risiko yang kita hadapi. Sesuai kata iklan e-commerce itu yang kurang lebih berpesan “lakukan saja dulu.” Tapi mulailah dari hal yang kecil, agar kalau (amit-amit) rugi, tidak terlalu nyesek. Seiring dengan waktu anda akan semakin ahli, teknis yang mengikuti bisa dibahas kemudian.

4. Apa kira-kira langkah pertama yang harus dilakukan seorang dokter jika ingin memulai investasi?

Yang terpenting harus ada firestarter division di dalam hati si dokter. Harus ada kata “mulai.”

Terlepas dari banyak atau sedikitnya penghasilan si dokter tersebut, setidaknya ada 10% dari penghasilan yang dapat disisihkan. Syukur-syukur kalau bisa tembus angka 50-70% (sekiranya cukup beruntung dan penghasilan besar, tanggungan tidak terlalu banyak). Tapi harus dimulai.

Nah untuk mengeksekusi kata “mulai” ini memang diperlukan sedikit perencanaan. Begini kasarnya:

  1. Tentukan posisi keuangan saat ini.
    Sekarang sudah banyak aplikasi sejenis financial planner, e-wallet atau expense tracker yang bisa kita aplikasikan untuk budgeting. Perhatikan pemasukan, pengeluaran hingga berapa yang disisihkan untuk ditabung. Hitunglah posisi kekayaan atau kebangkrutan bersih kita (net worth).
  2. Tentukan tujuan investasi.
    Pada umumnya:
    a. Jangka pendek (short term)
    b. Jangka menengah (mid term)
    c. Jangka panjang (long term)
  3. Buat rencana untuk mencapai tujuan tersebut.
  4. Action.
    Saat ini sudah banyak referensi dan pilihan dalam berinvestasi. Mulai dari produk pasar modal (saham) hingga produk-produk di sektor riil. Sudah banyak pula sarana dan instrumennya. Bukan hanya bank yang go branchless, tapi perusahaan manajer investasi, financial start-ups pun sudah memulainya. Silakan dipilih berdasarkan appetite masing-masing.
5. Apa kira-kira yang dapat menjadi faktor pendukung dan penghambat untuk seorang dokter melakukan investasi dengan baik?

Faktor yang mendukung mungkin ialah penghasilan dan relasi.

Perihal penghasilan: mau diakui atau tidak, penghasilan entry level dokter masih lebih baik dibandingkan entry level di industri lainnya.

Kemudian mengenai relasi, dokter memiliki pekerjaan yang mengharuskan dirinya bertemu dengan berbagai macam klien dalam kesehariannya. Artinya pintu dan akses informasi terbuka lebar dan kualitas informasi yang didapat pun dapat cenderung lebih bagus dari kebanyakan profesi lain.

Relasi dan informasi adalah kunci dari capital power yang luar biasa apabila dikombinasikan dengan baik. Saya rasa profesi dokter sangat diuntungkan karena memiliki privilege ini.

6. Apa pendapat anda mengenai skema dana pensiun pemerintah (BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Hari Tua)?

Pemerintah sebenarnya sudah lebih berhati-hati dalam mengatur proses pengelolaan dan tentu proses pencairannya. Kita bahas dari sudut pencairannya dahulu.

  • Pencairan
    Dapat dilihat kutipan dari artikel dari Quantum Magna berikut:

    Peraturan terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa peserta dapat mencairkan dana pensiun sebelum jangka waktu keanggotaan 10 tahun, namun dengan syarat-syarat tertentu seperti meninggal dunia atau berhenti bekerja untuk alasan tertentu. Khusus untuk Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, anda bisa mencairkannya sementara anda masih aktif bekerja, dengan maksimal 10% total saldo (jika tujuannya untuk persiapan pensiun) atau 30% dari total saldo (jika tujuannya untuk penyediaan rumah). Tapi anda tidak bisa mengambil keduanya, harus memilih salah satu.

  • Pengelolaan
    Like it or not, pengelolaan dana pensiun tentu menyangkut hajat hidup orang banyak. Pihak manajer investasi sudah tentu tidak boleh menempatkan dana tersebut ke dalam instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi. Karenanya, return dari produk BPJS cenderung ada di tingkatan moderate.

Disinilah dokter sebagai sang investor harus bertindak, untuk memulai menggunakan instrumen-instrumen investasi yang lain. Kalau bicara produk pasar modal, ada emiten saham individual, reksa dana, obligasi dan produk-produk derivatif lainnya. Silakan dipelajari dan dipilih.

7. Apa kira-kira hal sederhana yang dapat dilakukan seorang dokter untuk meningkatkan literasi finansial nya?

Saya kira sedikit-banyak sudah terjawab di atas ya. Yang terpenting pada akhirnya adalah action.”

Namun perlu diingat, selalu akan ada kerikil di dalam perjalanan hidup ini.

Akan ada banyak penipu, akan ada banyak orang sok tahu, dan orang-orang lain yang akan mencoba mengambil keuntungan dari kita. But hey, not everyone is like that. Beberapa orang hinggap di hidup kita untuk memberikan pengalaman berarti.

Good luck and God bless, docs!


Join our movement and become finance-savvy doctors!

Leave a Comment