Apakah Asuransi Penting untuk Dokter?

The simplest answer would be “yes”

Tapi pernahkah Anda mendapat pengajaran mengenai hal-hal ini sebelumnya:

  • Apa itu asuransi?
  • Mengapa seseorang butuh asuransi?
  • Apa itu polis?
  • Apa itu premi?
  • Apa itu uang pertanggungan?
  • Apa itu waiver of premium?
  • ….dst

Selama 14 tahun saya menjalani sekolah kedokteran dan sekolah spesialis, yang saya mengerti hanyalah kita harus memiliki asuransi kesehatan, agar saat sakit kita tidak perlu keluar uang.

I know, pengertian saya sangat dangkal, bukan? Namun saya yakin bahwa mayoritas mahasiswa kedokteran/dokter pun pasti pernah memiliki pengertian yang sedangkal itu. We just don’t talk about it, because we’re afraid of things that we do not understand.

Sekarang, izinkan saya menyampaikan sedikit dasar-dasar mengenai asuransi dengan cara yang (saya harap) cukup sederhana dan dapat dicerna oleh seorang dokter.

Asuransi = immune system

Analogi termudah adalah dengan menganggap bahwa asuransi adalah immune system (sistem imun). Jika  dana pensiun/tabungan investasi kita diibaratkan sebagai tubuh kita yang sedang bertumbuh, maka asuransi adalah sistem imunnya.

Seperti sistem imun yang menjaga tubuh kita dari sakit, maka asuransi adalah yang menjaga jikalau terjadi sesuatu yang dapat berimbas kepada berhentinya income seseorang, atau terjadi ancaman terhadap tabungan investasinya.

Berdasarkan analogi ini, maka dengan mudah seorang dokter dapat mengerti mengapa asuransi tidak boleh digabungkan dengan investasi (you know what kind of insurance I’m talking about). Seperti mahasiswa kedokteran pada umumnya, apa yang saya utarakan harus berbasis bukti (evidence-based), dan hingga sekarang saya belum pernah membaca satu pun buku finance bestseller yang menganjurkan untuk menggabungkan asuransi dan investasi. (I will make a special blog post regarding this topic one day)

Kembali ke analogi sistem imun: bagaimana mungkin sel-sel yang bertugas untuk menjaga ketahanan tubuh kita diberikan juga tugas untuk menstimulasi pertumbuhan bagi tubuh kita? It’s just too much to handle! Dan apa yang terjadi kepada sel yang bekerja terlalu berat? They don’t work, they die, they go into autolysis. Banyak sekali cerita investor pemula yang akhirnya kecewa dengan investasinya yang menempel dengan asuransi. Bagaimana halnya dengan para miliuner? Nope, they know their stuff already.

Asuransi-asuransi wajib untuk dokter

Berdasarkan keterangan di atas, maka mohon dimengerti bahwa seluruh jenis asuransi yang saya sebutkan di bawah ini adalah asuransi murni. Apa ciri-ciri asuransi murni? Mudahnya asuransi murni adalah asuransi yang jika uang preminya tidak terpakai di akhir masa berlakunya, maka uang Anda akan “hangus.” Mengapa saya taruh dalam tanda kutip? Karena sebenarnya uang Anda tidak hangus, namun sudah menjadi proteksi untuk Anda semasa berlakunya asuransi tersebut.

Bingung? Anggaplah seperti membayar uang keamanan bulanan ke petugas keamanan di kompleks Anda. Apakah Anda melihat mereka menjaga rumah Anda secara aktif 24/7? Kemungkinan besar tidak. Namun Anda dapat tidur dengan nyenyak dengan mengetahui bahwa ada yang bertugas menjaga keamanan rumah Anda. Jadi, asuransi murni bukanlah seperti “merobek duit” seperti kebanyakan digambarkan orang. Keuntungan dari premi yang sudah Anda bayarkan sudah Anda nikmati, yaitu tidur nyenyak.

Tidur nyenyak karena Anda tahu jika terjadi apa-apa terhadap Anda, pasangan dan anak Anda tidak akan terbengkalai.

Tidur nyenyak karena Anda tahu jika Anda harus dirawat di RS, Anda tidak perlu membayar keseluruhan biaya perawatan.

Tidur nyenyak karena Anda tahu jika Anda dituntut oleh pihak lain sehubungan dengan praktik kedokteran, Anda tidak perlu membayar seluruhnya sendirian.


Berikut ini adalah 3 jenis asuransi yang wajib dimiliki oleh seorang dokter:

Asuransi Jiwa (Berjangka)

Lebih populer dengan nama term life insurance, asuransi jiwa berjangka ini wajib untuk dimiliki oleh seorang dokter, terutama yang memiliki tanggungan (suami/istri, anak). Pada dasarnya asuransi ini menjaga agar pada saat terjadi sesuatu yang menyebabkan Anda kehilangan nyawa Anda, maka pasangan dan anak-anak Anda tidak akan terjebak di dalam posisi tidak memiliki pendapatan sama sekali untuk hidup. Ciri-ciri utama dari term life insurance/asuransi jiwa murni berjangka ini adalah:

  • Berjangka (term), artinya Anda dapat memilih sendiri pemayungan asuransi untuk periode berapa tahun? Biasanya ditawarkan antara 10 tahun, atau 20 tahun. Sesudah periode tersebut biasanya harga premi akan naik.
  • Jumlah uang pertanggungan (uang yang akan dibayarkan saat Anda meninggal) dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda membayar premi.
    • Cara singkat menghitung uang pertanggungan yang Anda butuhkan untuk memayungi pasangan dan anak Anda untuk sisa hidup mereka: Pengeluaran rutin tahunan x 25 = uang pertanggungan.
  • Jumlah premi yang harus dibayarkan biasanya relatif ringan, namun uang pertanggungannya cukup besar.
  • Dapat ditambahkan dengan rider (tambahan) “waiver of premium” kecacatan, yaitu klausul di mana karena suatu hal Anda menderita kecacatan tetap (baca juga definisi cacat yang dimaksud di polisnya) maka Anda akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi. Namun perlu dicatat, uang pertanggungan tetap tidak akan keluar sebelum Anda meninggal.

Ada satu jenis asuransi jiwa lain yang memiliki jangka waktu hingga seseorang berumur 100 tahun atau lebih dikenal dengan istilah whole life insurance, namun menurut saya untuk apa Anda masih harus susah-susah membayar premi pada masa pensiun di mana Anda sudah tidak memiliki pendapatan rutin lagi? Just doesn’t make enough sense to me.

Asuransi Kesehatan

Saya kira seorang dokter tidak perlu diajari lebih banyak mengenai seluk-beluk asuransi kesehatan. Yang perlu saya utarakan adalah asuransi kesehatan ini penting karena jika Anda tidak memiliki proteksi ini, maka tabungan investasi/dana pensiun Anda dapat terpengaruh secara signifikan.

The costs of healthcare can significantly damage your nest egg.

Sebagai contoh, jika seseorang mengalami appendicitis dan harus operasi cito (tanpa memiliki dana darurat), maka dia harus mengambil belasan hingga puluhan juta untuk menanggung biaya pengobatannya. Padahal, uang sejumlah besar ini jika dibiarkan di dalam tabungan investasi untuk waktu yang lama, tentunya akan memberikan return yang sangat berarti karena efek compound interest.

Baca baik-baik polis asuransi kesehatan Anda, pelajari penyakit-penyakit apa saja yang dipayungi oleh asuransi kesehatan tersebut, dan penyakit-penyakit mana yang tidak. Perhatikan penyakit-penyakit khusus seperti stroke, kanker, penyakit jantung yang biaya perawatannya hampir selalu berkisar di atas ratusan juta atau bahkan miliaran.

Saya berikan sebuah ilustrasi penawaran dari salah satu penyedia asuransi kesehatan sehingga Anda mendapatkan gambaran: Sampai akhir tahun 2019, untuk saya yang berusia 33 tahun, untuk manfaat maksimal tahunan kira-kira 1,25 miliar, premi tahunannya 7,2 juta rupiah (hanya sekitar 600 ribu rupiah per bulan). You see, when the numbers start to make sense, then you know you are on the right insurance track.

By the way, nilai premi umumnya akan bertambah setiap Anda berulang tahun.

Paling tidak, milikilah BPJS Kesehatan. Terlepas dari keribetan mengurus rujukan, mengantri, dll, you’ll be surprised how much they can cover with a premium so little.

Asuransi Profesi

Tidak ada lagi asuransi yang lebih penting dan lebih spesifik untuk seorang dokter dari asuransi profesi. Mengapa? Karena profesi dokter dihadapkan dengan kemungkinan tuntutan dari pihak lain setiap harinya.

Sehingga, asuransi profesi ini berguna untuk melindungi aset-aset Anda dari tuntutan yang mengharuskan Anda membayarkan sejumlah uang ganti rugi, dan juga seluruh proses=proses (bantuan hukum) yang terlibat di dalamnya. Dan ini bukanlah main-main, God forbid jika Anda dihadapkan dengan suatu tuntutan, seluruh tabungan investasi Anda (dan bahkan pasangan Anda) seumur hidup dapat hilang dalam sekejap! So, please please please make sure that you are covered on this.

Needless to say, asuransi profesi pun sudah selayaknya merupakan asuransi murni, yang tidak secara bersamaan dijadikan suatu instrumen investasi.

Controversial? Unpopular opinion?

Sure. But at least I’ve done my due diligence.

Your move now.


Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar, mohon tinggalkan komentar di bawah atau kontak saya via ikon chat di sudut kanan bawah.

Semoga Anda senantiasa sehat dan aman di dalam keseharian Anda.

Bagaimana, apakah Anda sudah memiliki asuransi-asuransi tersebut? Tinggalkan komentar anda di kolom di bawah.

4 thoughts on “Apakah Asuransi Penting untuk Dokter?”

  1. Halo, dok!
    Apakah asuransi profesi itu maksudnya asuransi malpraktek?
    Pada saat tuntutan hukum itu datang, bagaimana memanagenya dengan peranan organisasi profesi dan institusi RS tempat kita praktek?

    Maju terus dissectingmoney!

    Reply
    • Hi dok, terima kasih untuk pertanyaannya.

      Asuransi profesi sebenarnya merupakan asuransi yang melindungi dokter terhadap tuntunan hukum yang datang kepadanya sehubungan dengan pelaksanaan profesi sebagai dokter. Salah satu jenis dari tuntutan tersebut yang cukup sering kita dengar adalah tuntutan dugaan malpraktik (penitikberatan pada kata “dugaan”).

      Untuk manajemen saat tuntutan tersebut terjadi, saya kira banyak orang yang lebih ahli yang lebih tepat untuk bisa menjawab pertanyaan ini (dokter forensik dan medikolegal, atau dokter yang juga mengambil sekolah hukum), yang saya harap suatu hari dapat bergabung juga di dalam komunitas ini sehingga kita bisa berkembang bersama-sama dalam pengetahuan akan hal ini.

      Cheers!

      Reply

Leave a Comment