Mengapa Dokter Takut terhadap Investasi

Among financial professionals, physicians have a richly deserved reputation as miserable investors.

William Bernstein, MD
Financial Theorist, Former Neurologist

Akar masalah

Suatu pertanyaan besar yang membuat saya memutuskan untuk membuat blog ini adalah: Mengapa mayoritas dokter tidak (atau mungkin tepatnya sangat terlambat) memikirkan untuk berinvestasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya mencoba berangkat dari pengalaman pribadi saya, yang membuat saya sebelumnya tidak percaya atau bahkan tidak mencoba mengerti dunia investasi.

Sebenarnya jika ditilik lebih mendalam, akar masalah seorang dokter tidak memikirkan investasi lebih mendasar lagi, yaitu ketidaktahuan akan pentingnya pengaturan keuangan pribadi/personal finance.

Mengenai personal finance ataupun investasi akan saya bahas lebih mendalam di dalam artikel-artikel lain dalam blog ini. Sekarang mari kita kembali ke latar belakang penulisan blog ini.

Saya adalah anak pertama dari ayah dan ibu saya, yang juga memiliki profesi sebagai dokter. Ayah saya, secara khusus, tumbuh besar di tengah kehidupan ekonomi yang cukup sulit, sehingga pada satu titik kehidupannya bahkan sepulang sekolah dasar ayah saya harus berjualan es krim (kepada teman-temannya yang sama-sama baru pulang dari sekolah) demi untuk mendapatkan uang tambahan. Tentunya pengalaman ayah saya ini menjadi pesan yang berulang kali disampaikan beliau kepada saya, yaitu bahwa untuk mendapatkan uang, kita harus bekerja keras, dan saya kira semua orang akan menyetujui hal ini sebagai pesan yang sangat baik untuk kelak diberikan kepada keturunan kita.

Namun, permasalahannya bukanlah pesan untuk bekerja keras tersebut, melainkan penekanan berlebih yang terbentuk oleh kalimat “untuk dapat memperoleh uang yang banyak, kita sendirilah yang harus bekerja keras.”

Apa yang ada di dalam pikiran anda jika saya beritahukan bahwa investor-investor sukses dunia yang menjadi miliarder, tidak berpikir demikian?

Tentu saja mereka bekerja keras untuk dapat mencapai level tersebut. Tetapi prinsip dasar investasi yang hanya disadari oleh persentase kecil masyarakat (apalagi dokter) adalah: Make your money work for you!

I know, it sounds too good to be true, right? If it were true: Why don’t virtually all people do it? Why have I never heard of it?

Because it WAS designed to scare you.

Anda memang dibiarkan berada dalam ketidaktahuan

Tidak ada pernyataan yang lebih tegas daripada yang diungkapkan oleh Tony Robbins di dalam bukunya yang berjudul “Money: Master the Game.” Beliau menyatakan bahwa (setelah melakukan banyak riset dan menemui banyak orang) seluruh istilah-istilah dalam dunia finance beserta seluruh perhitungan-perhitungannya secara sengaja dibuat rumit, agar “permainan” ini tetap dikuasai oleh investor-investor kelas kakap, dan para non-investor akan selalu berada dalam kegelapan dan ketakutan akan memasuki dunia investasi.

I HATE that.

But let’s not blame them. Let us blame ourselves, like I did.

Mengapa ketertarikan saya akan dunia finance tidak muncul lebih awal? Kenapa saya tidak mempelajarinya lebih mendalam 10 tahun yang lalu, agar tabungan investasi saya saat ini lebih banyak? Kenapa baru sekarang saya membaca blog-blog tentang finance?

But eventually, I buried those thoughts and be grateful that I had a revelation. Saya sangat bersyukur bahwa saat ini saya sudah memulai pembelajaran mengenai personal finance, investasi, dan seluruh seluk-beluk di dalamnya…

….sehingga Anda dapat mendapatkan sesuatu dari pembelajaran saya.


 

I’m not smarter than you. I just found out about it earlier.

Mom, MD

Sudah mulai ada keberanian? Mulai di SINI.

Leave a Comment