Langkah-langkah Memulai Investasi

Investasi dimulai dari mana?

Berdasarkan dari beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya setelah beberapa rekan-rekan sejawat mengetahui tentang Dissecting Money pada umumnya langsung seperti ini: “Jadi saya baiknya investasikan uang saya di mana?”

Dan saya pun tidak menyalahkan mereka, saya pun menanyakan hal yang sama pada saat saya lulus sebagai seorang dokter spesialis. Permasalahan utamanya seperti sudah sering saya jabarkan sebelumnya adalah karena kita tidak pernah diajarkan mengenai uang, bagaimana cara mengaturnya dan bagaimana cara menginvestasikannya.

Namun, saya mau mengajak Anda untuk berhenti, dan mengambil langkah sedikit ke belakang. Apakah itu pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan sebelum kita memulai investasi? Atau jangan-jangan ternyata selama ini memang pertanyaan awal kita yang salah?

Artikel ini memang berjudul “Langkah-langkah Memulai Investasi,” tapi saya belum akan membahas ke instrumen investasinya, karena saya mau semua orang memiliki dasar yang benar sebelum memulai investasi.

Pertanyaan sebenarnya

Jika Anda sudah membaca definisi kata “investasi” di kamus istilah-istilah finance saya, maka Anda sudah mengetahui bahwa harapan dari investasi adalah menerima keuntungan dari uang yang kita tanamkan di masa depan. Jadi, pertanyaan yang lebih relevan seharusnya adalah: Apakah anda sudah memiliki uangnya untuk investasi?

Mungkin sebagian besar akan menjawab dalam hatinya: Sudah ada, saya sudah punya gaji cukup.

Sayangnya maksud dari “sudah memiliki uangnya” ternyata jauh lebih mendalam dari itu.

Bagaimana cara untuk mengetahui apakah diri kita sebenarnya secara finansial sudah “memiliki uang” untuk investasi? Berikut adalah 3 syarat yang harus anda penuhi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

1. Hitung net worth anda

“Memiliki uang” untuk investasi artinya posisi kekayaan atau net worth anda harus lebih dulu berada di nilai positif. Kedengaran mudah bukan? Namun ternyata pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan.

Berdasarkan “penelitian kecil” yang saya lakukan di grup Telegram: 2 dari 3 dokter tidak pernah menghitung dan mencatatkan net worthnya secara tertulis. Bahkan ketika ditanyakan dengan apakah seseorang dapat diukur tingkat kekayaannya, 41% masih menjawab salah (kunci jawaban: kekayaan seseorang dinilai berdasarkan net worthnya).

Net worth = assets – liabilities

atau

Posisi kekayaan = seluruh aset – seluruh hutang

Jadi mulailah dengan pencatatan ini, tulis dalam sebuah list seluruh aset (kekayaan) Anda, dan berikan harga nominalnya saat ini. Begitu juga dengan hutang (liabiities), catat semua hutang/cicilan yang ada punya. Setelah itu, masukkan ke rumus di atas.

Jika nilainya positif, berarti Anda sudah ada di jalur yang benar. Namun jika nilainya negatif, jangan berani-berani berpikir untuk memulai investasi.

Jadi, memiliki rumah bertingkat dan mobil mewah itu belum tentu kaya, tapi hanya “terlihat” kaya.

2. Catat semua pengeluaran anda

Sangat banyak orang di luar sana yang sudah memulai investasi, padahal belum pernah sama sekali mencatat pengeluaran tiap bulannya. Menurut saya ini analoginya sama dengan co-ass yang tiba-tiba melakukan tindakan veneseksi.

Banyak aplikasi untuk mencatat pengeluaran yang dapat dipakai saat ini. Jika Anda adalah orang yang tech-savvy boleh menggunakan aplikasi-aplikasi ini. Namun apabila Anda adalah orang yang sederhana, buat saja pencatatan ini menjadi lebih sederhana seperti apa yang saya lakukan.

Setiap kali ada pengeluaran, saya menulis chat di Telegram untuk diri saya sendiri (Saved Messages), berisi nominal pengeluaran berapa dan keluar pada tanggal berapa.

Apabila saya sedang ada waktu untuk membuka laptop, baru saya pindahkan angka-angka tersebut ke Excel. Cara sederhana dan terkesan primitif, but it works for me!

So, sophisticated or not, just find what works for you. Catat setiap sen yang keluar dari dompet/bank Anda.

Setiap. Sen.

3. Budgeting

Di sinilah terkadang orang kebingungan dan berhenti, lalu karena tidak mau mempelajari/melakukannya, maka langsung mencoba untuk terjun bebas ke dalam dunia investasi. Saya juga dulu menganggap budgeting adalah hal yang sangat rumit dan hanya perlu dilakukan oleh seseorang yang punya bisnis. Padahal, setelah saya pelajari, ternyata budgeting wajib dilakukan oleh semua orang yang memiliki pendapatan, dan ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya.

Budgeting pada dasarnya adalah membagi pendapatan bulanan anda ke dalam pos-pos pengeluaran (atau tabungan) yang berbeda. Berapa persen dari pendapatan yang akan Anda luangkan untuk kebutuhan tetap, berapa persen untuk kebutuhan yang variatif dan berapa persen untuk ditabung dan diinvestasikan?

Pengaturan yang paling mudah untuk digunakan adalah dengan perumusan yang dibuat oleh Dave Ramsey, yaitu aturan 50/30/20.

50% untuk keinginan

30% untuk kebutuhan

20% untuk tabungan investasi

Bagaimana detil cara menghitungnya, dapatkan video tutorial budgeting sederhana menggunakan Microsoft Excel dengan cara subscribe di sini, dan video tersebut akan dikirimkan ke e-mail Anda.

Seperti yang sudah saya sebutkan di video tersebut, budgeting ini tidak mungkin Anda lakukan sekali dan langsung sempurna. Anda betul-betul harus melakukannya minimal selama 3 bulan berturut-turut sebelum mendapatkan perhitungan yang sesuai dengan cash flow anda. Apabila Anda sudah menemukan perhitungan yang unik untuk kondisi keuangan keluarga Anda, baru di bulan-bulan ke depannya akan menjadi jauh lebih mudah.

Start budgeting. Today.


Apakah anda sudah memulai ketiga hal di atas? Ataukah anda mengalami kesulitan? Tinggalkan komentar di kolom di bawah atau kontak saya melalui icon chat di kanan bawah.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *