7 Tips Keuangan di Saat Krisis

Memasuki periode penuh ketidakjelasan

Memang sudah banyak pihak yang memperkirakan bahwa akan terjadi krisis ekonomi di tahun 2020 ini. Namun siapa yang menyangka bahwa ekonomi seluruh dunia akan terpukul keras dimulai dari dunia kesehatan dimana para dokter terlibat erat di dalamnya?

Lalu mulai banyak pertanyaan yang beterbangan di kepala kita:

Bagaimana jika income bulanan kita mengalami penurunan, atau bukan tidak mungkin malah berhenti sama sekali?

Bagaimana jika income kita perlahan-lahan terasa semakin tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kita?

Bagaimana jika ternyata kita tidak mendapat bonus tahunan tahun ini, seperti banyak isu yang beredar mengarah ke sana?

…..dan lain sebagainya.

Saya yakin sudah cukup banyak kekalutan di kepala Anda, dan saya tidak memiliki rencana untuk menambahnya.

Instead, saya akan mencoba memberikan beberapa tips agar Anda dapat memiliki gambaran menyeluruh mengenai keuangan Anda, dapat mengatur strategi, sehingga saya harap dapat memberikan ketenangan kepada diri Anda dari segi finansial.

1. Pastikan dana darurat aman dan likuid

Saat-saat seperti inilah yang menjadi bukti bahwa sebenarnya kita betul-betul membutuhkan dana darurat. Terus terang sebelumnya pun saya sempat labil, meragukan pentingnya dana darurat. Untuk apa kita membiarkan uang sejumlah besar tanpa diinvestasikan?

Tapi sekarang semakin jelas bahwa dengan memiliki pengetahuan bahwa saya memiliki uang tunai untuk hidup selama 6 bulan tanpa gaji, saya bisa lebih fokus mengerjakan apa yang saya bisa kerjakan, dan tidak menjadi terlalu takut akan kemungkinan krisis ekonomi yang sangat mungkin terjadi. Terlebih lagi, dengan income yang saya miliki saat ini (meskipun dengan segala pengurangannya dibanding kondisi normal), saya bisa fokus berinvestasi sesuai tujuan dan rencana investasi yang sudah saya tetapkan.

Jadi untuk saat ini, bagi yang dana daruratnya sudah terkumpul, pastikan dana tersebut siap dicairkan menjadi bentuk uang tunai kapanpun Anda perlukan. Bahkan jika memungkinkan, lebih baik dana tersebut disimpan di rekening tabungan atau bahkan uang tunai yang benar-benar Anda pegang.

Sementara untuk yang masih dalam proses mengumpulkan dana darurat, jangan patah semangat. Saya percaya jika Anda memiliki kinerja yang baik dimanapun Anda bekerja, pendapatan bulanan Anda mudah-mudahan masih mencukupi porsi kebutuhan dan tabungan Anda. Jika Anda kemudian tergiur untuk membeli suatu instrumen investasi karena sedang pada posisi harga yang murah, saya pun tidak bisa menyalahkan Anda, namun alangkah baiknya jika porsi besar dari apa yang berhasil Anda tabung tetap masuk ke pundi-pundi dana darurat.

Jangan lupa bagi yang mempekerjakan orang lain (contoh: karyawan, asisten rumah tangga, pengasuh anak, pengemudi, dsb), kita mendekati waktunya memberikan Tunjangan Hari Raya (THR), jangan sampai ini lupa dipersiapkan di dalam kita melakukan budgeting.

2. Amankan sumber pendapatan utama Anda

Memasuki periode di mana banyak orang “terpaksa” bekerja dari rumah, biasanya karena ini adalah suatu hal yang tidak biasa, maka kecenderungannya adalah kinerja kita akan menurun.

Padahal, menurut saya justru di dalam perubahan yang radikal seperti ini, kita justru harus step-up our game. Mulailah membuka pemikiran Anda dan menjadi pekerja-pekerja yang mengambil inisiatif untuk cara-cara bekerja yang baru yang belum dipikirkan oleh orang lain sebelumnya.

Semua orang pasti belum terbiasa dengan kondisi sekarang ini, sehingga mereka yang dapat membuat alur kerja yang baru, standard operating procedure baru saat segala sesuatu harus dilakukan secara online pasti akan menjadi sosok yang penting di tengah pekerjaannya. Imbasnya, secara tidak langsung Anda sudah “mengamankan” posisi Anda di dalam pekerjaan Anda.

Excel at your job during this hard time, you won’t regret it.

Namun jika Anda adalah seorang dokter klinisi, poin ini tentunya bukan berarti Anda tetap mempertahankan jumlah praktik seperti biasa, dan mengharapkan mendapat pasien sebanyak-banyaknya. Bukan itu maksud saya dalam hal mengamankan sumber pendapatan utama Anda. Anda sedang bekerja di medan perang, dan tentunya diperlukan pengurangan jam atau bahkan hari kerja agar tidak terekspos penyakit terlalu banyak.

Pikirkanlah hal-hal yang baru dan out of the box, mengusulkan suatu kebijakan mengenai teleconsultation misalnya. Because why not? Who knows when this pandemic is going to end? Sebagai pembanding, travel agency pun dulu merupakan sektor yang menjanjikan, sampai suatu saat orang-orang mempelajari bahwa mereka dapat melakukannya sendiri secara online, dan sektor usaha itu pun mengalami pukulan besar.

Untuk yang merasa kurang beruntung karena terpaksa “dirumahkan” atau diputuskan hubungan kerjanya, jangan kecil hati. Mungkin inilah saatnya Anda mulai mencoba hal-hal yang baru untuk menjadi sumber pendapatan Anda, di mana orang lain masih stuck bekerja dengan pekerjaan lamanya. Ada satu episode podcast khusus yang saya dedikasikan untuk membahas hal ini.

3. Pastikan Anda memiliki anggaran (budget)

And stick to it!

Jika Anda masih belum melakukan budgeting, maka hari-hari sulit ini akan terasa jauh lebih rumit. Dengan memiliki suatu penganggaran, Anda dapat memiliki gambaran kira-kira bagaimana cashflow Anda di bulan tersebut. Anda akan memiliki “pagar” yang menjadi batas yang jelas berapa banyak pengeluaran bulan tersebut untuk kebutuhan, untuk keinginan dan berapa yang masih bisa ditabung untuk investasi.

Karena jikalau di hari-hari di mana perekonomian berjalan normal saja Anda tidak tahu ke mana uang Anda pergi setiap bulannya, pada saat betul-betul terjadi sebuah krisis ekonomi, Anda lah yang akan menjadi target utamanya.

Belum ada gambaran bagaimana cara melakukan budgeting? Subscribe ke Newsletter Dissecting Money di sini dan dapatkan link ke video tutorial budgeting sederhana menggunakan Microsoft Excel. (I mean, practically everyone knows how to use Excel, right?)

4. Batasi pengeluaran

Di masa-masa dimana pendapatan Anda terancam berkurang atau bahkan berhenti sama sekali, hal yang termudah untuk dilakukan adalah membatasi pengeluaran. Sesuatu yang mudah disuarakan namun memerlukan kegigihan untuk dapat patuh melakukannya.

Tentunya Anda sudah mulai terbantu berkurang pengeluarannya karena biaya transportasi yang pasti sudah lumayan menurun, entah karena memang full bekerja dari rumah, atau tetap bekerja namun jalanan lebih lancar, sehingga biaya bensin pun lebih hemat.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk menekan pengeluaran adalah dengan memasak sendiri. Apalagi untuk rekan-rekan yang sudah sekian tahun terbiasa untuk membeli makan di tempat bekerja, atau sudah menjadi rutinitas untuk pergi makan keluar tempat kerja bersama-sama teman yang lain. Di saat kondisi finansial pribadi sedang terancam krisis, Anda makan untuk bertahan hidup, bukan untuk menjadi sebuah luxury.

Aplikasi online shopping pun jangan di-abuse untuk “mengobati” perasaan Anda yang bosan karena banyak diam di rumah. Tentukan skala prioritas, barang-barang mana yang memang Anda butuhkan untuk hidup bulan ini. Jika tanpa barang tersebut Anda masih bisa bertahan hidup sampai akhir bulan, berarti itu bukan suatu prioritas. Jikalau ragu, uninstall saja aplikasinya. Notifikasi-notifikasi promo sangat tidak membantu di masa-masa seperti ini.

5. Cari tambahan pendapatan

Meskipun pendapatan kita (khususnya jika Anda adalah seorang klinisi) tertekan, cobalah untuk melihat peluang-peluang di sekitar Anda untuk mencari tambahan pendapatan. Jangan terlalu merasa tinggi hati karena Anda adalah seorang dokter, dan tidak mau mengerjakan pekerjaan yang terkesan remeh untuk mencari tambahan pendapatan.

Banyak sekali hal-hal baru yang dapat Anda coba lakukan, misalnya:

  • Jasa menerjemahkan artikel kedokteran
  • Jasa penulisan jurnal
  • Jasa video editing, misalnya membuat subtitle (one of my students actually do this for extra income, and I’m a big fan of him)
  • Buka online shop/dropshipping
  • Menjadi dokter konsultan di aplikasi telemedicine
  • … dan lain sebagainya

6. Baca ulang tujuan investasi Anda

Saya asumsikan Anda sudah membaca artikel mengenai tujuan investasi, yang menekankan pentingnya memiliki tujuan investasi yang jelas dan tertulis. Di saat-saat sulit seperti ini, dengan membaca ulang apa yang sudah Anda rencanakan sebelumnya, maka Anda akan semakin yakin dengan target dan rencana Anda untuk mencapainya itu sudah benar, dan sisanya tinggal mempertahankannya di jalur tersebut.

Sudah menonton film “5 cm” yang dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama karya Donny Dirghantoro? Berikut ini adalah kutipan dari buku tersebut, yang menurut saya menggambarkan dengan sempurna mengapa Anda memerlukan sebuah target tertulis:

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu.

Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu.

Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..

Keep our dreams alive, and we will survive..

7. DON’T TOUCH YOUR INVESTMENTS!

Bila Anda sudah melakukan budgeting dengan baik, maka Anda tidak memiliki kepentingan sama sekali untuk mengutak-atik investasi Anda, karena kebutuhan untuk hidup sehari-hari sudah dihitung sebelumnya dan sudah dipisahkan.

Sehingga menurut saya judul poin nomor 7 ini sudah menggambarkannya dengan sempurna.

Jika Anda sudah mempunyai tujuan investasi yang jelas dan cara mencapainya sudah direncanakan dengan baik, just sit back, relax, and do what you have been doing all this time.


Bagaimana Anda menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekonomi di hadapan kita ini? Apakah memiliki kekuatiran atau ketakutan tertentu?

Tinggalkan komentar di kolom di bawah ini atau melalui ikon chat Telegram/Whatsapp di sudut kanan bawah.

2 thoughts on “7 Tips Keuangan di Saat Krisis”

  1. Disaat pandemi seperti ini, bekerja tanpa ketersediaan APD yang memadai kadang membuat nakes harus mengusahakan APD nya sendiri. Dan kalau dihitung, itu justru membuat jumlah pengeluaran per bulan meningkat dok.
    Bagaimana menurut dokter?
    Apakah hal seperti ini baik untuk keuangan di saat krisis?
    Terimakasih dokter.
    Sukses selalu.

    Reply
    • Saya kira sah-sah saja karena APD kan untuk melindungi diri kita sendiri agar masih bisa sehat dan bekerja. Pastikan saja sudah melakukan budgeting dan pengeluaran ini tidak melebihi kemampuan kita.

      Reply

Leave a Comment