Apa Tujuan Investasi Anda?

Photo by Irina Iriser from Pexels

Pertanyaan wajib

Jika anda baru saja mau memulai melakukan investasi, atau jika anda baru saja berkonsultasi dengan seorang financial advisor, maka pertanyaan yang paling awal akan dilontarkan kepada anda adalah: Apa tujuan investasi anda?

Saya sendiri melewati masa itu dan terus terang saya agak sebal dengan pertanyaan itu. Mengapa? Karena biasanya orang yang melontarkan pertanyaan tersebut tidak pernah menjelaskan konteks di balik pertanyaan itu di awal. Setelah kemudian berbicara panjang lebar dan menghitung expenses, income, budgeting, dll baru pada akhirnya anda diberitahu mengapa pertanyaan itu penting.

Permasalahannya adalah: alasan kebanyakan orang tidak memulai investasi adalah karena mereka MALAS MENGHITUNG, let alone counting every penny that we have spent!

Jadi yang seringkali terjadi adalah pada saat anda diminta untuk mulai menghitung, and sudah mulai bosan dan pikiran anda terbang ke rencana operasi anda esok hari. Apa pun hal penting yang dikatakan oleh financial advisor tersebut tidak akan masuk ke benak anda.

Menurut saya pendapat/cara penyampaian kebanyakan financial advisor tersebut omong kosong dan counter-productive. Saya akan menjabarkan konteksnya dengan cara yang jauh lebih mudah dimengerti, agar anda tidak banyak buang waktu.

Mari kita membuat situasi pengandaian di mana anda adalah seorang dokter spesialis pegawai negeri sipil yang berusia 65 tahun dan sudah harus pensiun tanpa melanjutkan praktek di RS swasta. Gaji anda sebulan 150 juta rupiah, dengan pengeluaran bulanan (fixed and variable expenses) 30 juta rupiah untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Dana pensiun pegawai negeri sipil (berdasarkan pengalaman ibu saya) adalah sekitar 3 juta/bulan. Bayangkan perubahan lifestyle yang harus anda lakukan secara tiba-tiba dari pengeluaran bulanan 30 juta rupiah/bulan, tiba-tiba anda harus hidup hanya dengan pemasukan 3 juta/bulan.

Tentu saja ini adalah kasus ekstrim, anda mungkin berpikir tidak mungkin seorang dokter spesialis tidak mempunyai tabungan sama sekali untuk masa pensiun. Anda benar, biasanya kita semua memiliki tabungan. Tapi, apakah tabungan kita tersebut cukup untuk menghidupi kebutuhan bulanan kita di sisa hidup kita di masa pensiun dan sudah tidak produktif lagi? (Ini adalah pertanyaan bodoh) Pertanyaan yang benar seharusnya adalah: Apakah tabungan yang kita miliki dapat menghasilkan return/imbal hasil yang cukup untuk membiayai kebutuhan bulanan kita di masa pensiun? (Yes, you got it right. For our retirement period, we CAN live just from the interest of our nest egg)

Perkenalan dengan compound interest (bunga berbunga)

Ini adalah maksud dari pertanyaan “tujuan investasi” tadi. Suka atau tidak suka, anda HARUS menghitung dan memperkirakan dari sekarang, pada saat anda pensiun nanti dan sudah tidak memiliki gaji lagi, anda mau hidup dengan berapa rupiah dana per bulannya? Perhitungan ini tentunya tidaklah sederhana dan harus memperhitungkan banyak hal seperti rasio tabungan, rasio bunga, waktu dana tersebut disimpan dan juga tingkat inflasi per tahun. Namun di sini lah terletak keajaiban dunia ke-8 yaitu compound interest. Percaya atau tidak, semua ini dapat dihitung dengan sebuah financial calculator atau Microsoft Excel dalam kurun waktu kurang dari 1 menit (and now you are wondering why no one ever taught you how). Jika anda sudah menghitung dan mendapatkan berapa nominal kebutuhan hidup anda pada masa pensiun, maka kemudian anda dapat menghitung mundur dan mendapatkan angka-angka penting seperti:

  • Berapa persen dari gaji anda yang harus anda tabung per bulan/tahun?
  • Berapa persen return/imbal hasil dari investasi yang saya punya agar uang saya berlipatganda cukup untuk masa pensiun?
  • Berapa lama anda harus menabung sebelum akhirnya mencapai nominal tersebut?

Jika anda sudah mencoba menghitung dan mendapatkan angka-angka ini, maka anda sudah membuat target-target kecil yang dapat dicapai, dan barulah anda bisa mengerti bahwa mungkin untuk dapat hidup tenang di masa pensiun tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Jika anda diberi target untuk punya uang sejumlah 10 miliar di saat anda pensiun, mungkin itu terlihat seperti sesuatu yang sangat berat. Namun jika anda “hanya” diberi target untuk menabung ke dalam produk investasi sebanyak 8 juta per bulan dengan return 15% per tahun, sepertinya itu sesuatu yang dapat dicapai (the calculation is correct, by the way, I am not making things up).

We often tremble at the presence of huge targets, not realizing that it can (and should) be broken down to small targets.

Jika anda mau “lepas tangan” dan mempercayakan seorang financial planner/perencana keuangan untuk menghitung seluruh kebutuhan ini dan mengontrol investasi anda, silakan (namun tolong pastikan bahwa perencana keuangan anda independen atau bebas dari conflict of interest). Tapi saya sendiri lebih suka jika saya memiliki kontrol penuh terhadap keuangan saya and I know all you doctors hate calculating and all those formula, but come on, you freaking passed anatomy. This thing is nothing compared to your pre-clinical studies.

Masalahnya hanya satu: Apakah anda mau memegang kendali keuangan anda atau tidak?


Masih bingung apa tujuan Anda berinvestasi? Tinggalkan komentar di kolom di bawah.

Subscribe to our newsletter and never miss a single post!

Leave a Comment