Biaya PPDS

Photo by Benjamin Starostka Jakobsen on Unsplash

Pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab

Salah satu pertanyaan yang banyak sekali dipertanyakan oleh banyak orang adalah bagaimana cara mempersiapkan dana untuk biaya masuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan membiayai hidup saat menjalankannya. Sayangnya, jawaban untuk pertanyaan tersebut memiliki spektrum yang sangat luas dan tidak bisa dipukul rata sebagai panduan untuk semua orang.

Namun pada artikel ini saya akan mencoba memaparkan beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pemikiran atau bahkan perencanaan untuk bersiap-siap memasuki PPDS.

NOTE: Saya mengasumsikan bahwa saat membaca ini Anda sudah memahami mengenai pentingnya melakukan penganggaran/budgeting jika Anda sudah memiliki pendapatan sebagai dokter umum. Karena jika tidak, akan menjadi sesuatu yang pointless mencoba merencanakan sesuatu tanpa mengatur keuangan Anda dengan bijak. Subscribe ke email newsletter untuk mendapatkan video tutorial budgeting sederhana menggunakan Microsoft Excel.

1. Tergantung center pendidikan dan spesialisasi yang diambil

Alasan utama mengapa perhitungan untuk pembiayaan PPDS sangat sulit dijadikan universal adalah karena nominalnya amat bergantung kepada center pendidikan dan spesialisasi yang Anda pilih. Biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang dimiliki setiap center dan setiap spesialisasi pun berbeda. Belum lagi jika kita mulai menghitung biaya hidup: biaya hidup untuk center yang terletak di kota besar seperti Jakarta pasti akan lebih mahal dari di kota lain.

Durasi pendidikan untuk spesialisasi yang Anda ambil pun akan mengubah perhitungan ini, spesialisasi mayor membutuhkan waktu pendidikan selama 4-5 tahun (bahkan lebih), sementara spesialisasi lain ada yang hanya membutuhkan waktu 3 tahun. Durasi pendidikan yang lebih lama tentunya akan menambah ke total biaya yang Anda butuhkan.

Sehingga, alangkah baiknya jika Anda sudah dapat menentukan lebih dulu kira-kira spesialisasi apa yang hendak Anda ambil dan terletak di kota mana. Setelah itu baru lakukan riset mengenai biaya-biaya seperti uang masuk, SPP per semester, dan tentunya biaya hidup rata-rata selama menjalani PPDS. Cara termudah untuk mendapatkan informasi ini adalah bertanya kepada yang sedang menjalani atau yang sudah lulus dari pendidikan tersebut. Silakan tanyakan juga ke yang bersangkutan apakah selama pendidikan akan ada pengeluaran-pengeluaran lain yang “tidak terduga.”

Apabila Anda sudah melakukan hal-hal tersebut, maka Anda akan mendapatkan kira-kira berapa nominal uang yang Anda butuhkan untuk memulai dan menjalani PPDS. Perhitungan ini penting karena dalam perencanaan keuangan apapun, Anda memerlukan sebuah tujuan.

2. Tergantung kapan rencana Anda masuk PPDS

Apabila Anda sudah memiliki angka nominal kasarnya, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kira-kira kapan rencana Anda akan mulai mengikuti ujian masuk PPDS. Karena tentunya persiapan keuangannya akan berbeda jauh antara seseorang yang masuk PPDS 3 tahun setelah lulus sebagai dokter umum dan orang lain yang masuk PPDS setelah 7 tahun lulus. Ingat bahwa salah satu komponen terpenting dalam investasi adalah waktu.

Mengapa hal ini penting? Karena akan menentukan instrumen investasi apa yang dapat Anda pilih:

  • Instrumen saham kemungkinan kurang cocok apabila Anda berencana untuk mengambil PPDS dalam waktu kurang dari 5 tahun, karena sejatinya saham/reksa dana saham merupakan sebuah instrumen investasi untuk jangka panjang. (Sementara jangan lupa bahwa ada usia maksimal untuk bisa daftar PPDS, jadi investasi >10 tahun mungkin bukanlah sebuah opsi)
  • Instrumen obligasi/surat hutang/reksa dana obligasi dan deposito/reksa dana pasar uang tentunya akan lebih aman jika Anda memiliki target mengambil PPDS dalam jangka waktu pendek hingga menengah (<5 tahun). Namun pastinya return yang didapatkan juga akan lebih kecil dari saham (3-7% per tahun)

Berita buruknya adalah jika kita mengasumsikan bahwa selama PPDS kita tidak akan punya penghasilan/uang dari orangtua atau donatur sama sekali, secara matematis target ini akan menjadi cukup sulit untuk bisa dicapai. Sebagai gambaran: akan sulit untuk seseorang yang berpraktik sebagai dokter umum selama 3 tahun, untuk membiayai biaya pendidikan dan biaya hidup untuk 4-5 tahun ke depan. Dengan gaya hidup yang stabil saja bisa dipastikan bahwa rasio tabungan orang tersebut paling tidak harus >50% setiap bulannya. Belum lagi perhitungan ini tidak memperhitungkan jikalau orang tersebut meluangkan pendapatannya untuk memenuhi dana darurat terlebih dahulu.

Memang sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Jadi hal yang paling utama menurut saya adalah selagi Anda merencanakan untuk ambil PPDS, jangan sampai gaya hidup/lifestyle Anda terlanjur tertarik naik dan berakibat kepada rasio tabungan Anda yang tidak cukup tinggi setiap bulannya.

JANGAN PERNAH menaruh dana rencana pendidikan Anda tersebut ke dalam instrumen yang bersifat spekulatif (forex, futures) demi mendapatkan imbal hasil yang sensasional dengan harapan akan mencapai target lebih cepat. You’re going to regret it.

3. Cari income tambahan

Di era saat ini, dimana everything is just a tap away from your smartphone, mulailah berpikir untuk mencari income lain yang dapat mempercepat target biaya yang Anda butuhkan untuk ambil PPDS tersebut tercapai. Beberapa opsi income tambahan yang saya dapatkan dari cerita co-ass maupun dokter umum di luar sana yang sangat menginspirasi saya antara lain:

  • Jasa video editing
  • Jasa web design
  • Jasa penerjemah
  • Jasa tutor Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) atau sejenisnya
  • Jasa penulisan/membantu publikasi jurnal
  • Buka online shop/dropshipping
  • Jual makanan/minuman online

Jika Anda perhatikan, hampir semua ini dapat Anda lakukan dari rumah, hanya dibantu dengan sambungan internet. So, why not start looking into it? Kalau Anda tidak memiliki skill yang dibutuhkan, hanya butuh 2-3 jam streaming tutorial di YouTube untuk bisa mendapatkan gambaran umum atau bahkan gambaran spesifik bagaimana cara melakukannya.

Apabila cara untuk mendapatkan income tambahan ini sudah Anda kuasai, maka bukan tidak mungkin ini bisa menjadi side gig yang bisa Anda lakukan sambil menjalankan PPDS untuk memenuhi/menambah biaya kebutuhan hidup Anda.

4. Cari instansi yang dapat membiayai Anda ambil PPDS

Jika Anda sudah mulai menghitung biaya yang dibutuhkan dan merasa bahwa akan sangat sulit untuk target tersebut tercapai (misalnya karena pendapatan sebagai dokter umum harus terpakai untuk membiayai biaya hidup orangtua/kakak/adik), maka sudah saatnya Anda mulai mencari opsi yang lain.

Salah satu opsi pembiayaan untuk PPDS yang dapat Anda pilih adalah mencari instansi (biasanya rumah sakit pemerintah) yang dapat membiayai Anda untuk ambil PPDS. Tentunya biasanya kapan Anda bisa meneruskan sekolah biasanya tergantung dari pihak RS, dan spesialisasi apa yang dapat diambil pun tergantung dari kebutuhan RS. (Such is life, sometimes you cannot have everything)

5. Cari beasiswa/donatur yang dapat membiayai Anda ambil PPDS

Saya sendiri dulu bukanlah seorang mahasiswa kedokteran yang mempunyai nilai cemerlang, sehingga beasiswa bukanlah suatu hal yang saya kuasai. Namun, apabila Anda memiliki nilai-nilai yang bagus selama sekolah kedokteran, maka beasiswa dapat menjadi jalan untuk pembiayaan Anda masuk PPDS.

Selain beasiswa dari institusi-institusi pemerintah, jangan lupa untuk mencari tahu tentang beasiswa atau pembiayaan dari yayasan-yayasan atau donatur-donatur swasta. Salah seorang teman saya di pendidikan orthopaedi menjalani masa pendidikannya dengan dukungan biaya dari Yayasan Kahar Tjandra. Jadi pastikan bahwa Anda sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengeksplorasi kemungkinan pembiayaan dari sana.

Selain itu, jangan lupakan bahwa mencari donatur dari anggota keluarga juga dapat menjadi opsi. Jangan malu untuk mengungkapkan keinginan Anda untuk sekolah spesialis kepada anggota keluarga di luar keluarga inti Anda (om/tante, dsb). Kalaupun mereka bukan orang yang dapat membiayai Anda, bukan tidak mungkin relasi dari mereka bisa jadi salah seorang yang dapat membantu Anda. Untuk apa malu menceritakan sebuah keinginan/cita-cita yang tinggi? Don’t let your ego and pride get in the way.

Needless to say, tentunya apabila pinjaman dari orangtua memungkinkan, ini bukanlah sesuatu yang memalukan dan dapat menjadi opsi. Tapi jangan lupakan kemungkinan bahwa kemungkinan dana yang Anda pinjam itu merupakan dana pensiun mereka, sehingga jangan lupa untuk memperhitungkan pembiayaan untuk mereka pada usia pensiun saat Anda sudah mencapai kesuksesan yang Anda impikan. You being a specialist will be their greatest investment.

6. Cari mentor yang dapat membimbing Anda selama bekerja

Satu hal yang jarang sekali dilakukan oleh dokter-dokter yang sedang berjuang untuk ambil PPDS adalah mencari mentor dalam spesialisasi yang mereka inginkan. Hal ini menurut saya sangat penting karena betul-betul dapat membantu Anda untuk stay focused pada tujuan yang telah Anda tetapkan, dan Anda akan mendapatkan tips dan trik serta pola pikir yang unik yang tidak akan Anda dapatkan kalau Anda mempersiapkan semuanya sendiri.

Selain itu, Anda akan mendapatkan networking yang sesuai dengan arah mimpi Anda, orang-orang yang pastinya dapat memberikan masukan dan wawasan mengenai cara merencanakan masuk PPDS yang Anda tidak ketahui sebelumnya.

7. Perbanyak skill yang akan menjadi nilai plus untuk Anda saat penerimaan

I cannot stress these two points enough:

  1. MASTER ENGLISH!

  2. Tulis artikel/publikasi ilmiah!

Jika Anda memiliki waktu luang, ambillah kursus bahasa Inggris. Ini adalah sebuah investasi jangka panjang yang tidak akan Anda sesali. Kalau Anda kemudian berargumen “tidak punya uang untuk kursus,” THEN SIT AND WATCH ENGLISH TUTORIALS ON YOUTUBE FOR 2-3 HOURS EVERYDAY! Jangan banyak alasan.

Penguasaan bahasa Inggris akan sangat membantu proses Anda menuju dan sembari menjalani PPDS. And it doesn’t stop there! It will help you A LOT as a doctor in the future. Jika Anda adalah orang yang nyinyir dengan orang yang berbicara dalam bahasa Inggris, menyerah dan terus-menerus mencap diri Anda sendiri “saya memang tidak bisa berbahasa Inggris,” I’m afraid I can’t help you much, ’cause you have already determined your self-worth.

Mulai pelajari dan biasakan untuk menulis sebuah artikel atau publikasi ilmiah. Jika memungkinkan, lakukan sebuah penelitian/review kecil-kecilan bersama mentor Anda, dan cobalah untuk mengajukan tulisan tersebut untuk dipublikasi di jurnal nasional/internasional. Jika Anda bisa mendaftar PPDS dengan modal punya sebuah publikasi ilmiah, ini akan sangat mendongkrak kredibilitas Anda sebagai calon peserta didik.

That’s it!

Beberapa saran dari saya untuk sejawat yang sedang merencanakan untuk ambil PPDS. Mohon maaf apabila tidak terlalu banyak porsi khusus mengenai perencanaan keuangan dan kalkulasinya, karena memang sangat sulit untuk dipukul rata dan secara matematis sangat subjektif untuk setiap pribadi.

Hope this helps.


Apakah Anda sedang merencanakan untuk masuk PPDS?
Kendala apa yang Anda temui di perjalanan?
Tinggalkan komentar di kolom di bawah atau melalui ikon chat di sudut kanan bawah.

10 thoughts on “Biaya PPDS”

  1. Selamat pagi dok, ijin bertanya apakah seorang PPDS sempat utk menjalankan bisnis selama pendidikan mengingat jadwal PPDS yg sangat padat. Dan jenis bisnis yg seperti ap yg bisa d jalankan oleh seorang PPDS bedah misalkan ? Terima kasih

    Reply
    • Tergantung ambil spesialisasi apa. Kalau ambil 4 besar sepertinya akan keteteran. Jangan lupa: business is a full time job.

      Tapi saya bukan ahli dalam bidang bisnis, jadi mungkin harus tanyakan ke ahlinya.

      Reply
  2. Thx dok sudah nulis blog ini..
    mungkin sedikit terlambat karena baru tahu blog dan semuanya setelah masuk PPDS..

    Sukses selalu tuk menyemangati para sejawat lain..

    Reply
  3. Kalau dengan hutang bank gimana feasibility nya, berapa uang yg bisa dipinjam dan diputar sebagai cicilan juga selama masa sekolah? Trims

    Reply
    • Akan disetujui pinjamannya atau tidak tergantung dari credit score nasabah masing-masing.

      Berapanya ya otomatis kitanya yang harus hitung dulu kebutuhannya berapa untuk sekolah tersebut. Seperti yang saya ungkapkan bahwa tidak bisa dipukul rata dan harus dicari tahu sendiri tergantung minatnya sekolah apa dan di mana.

      Untuk hal-hal berkaitan dengan bank coba cek blog rockinbanker.com

      Reply

Leave a Comment