Jika Saya Dapat Uang 75 Juta

Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Apa yang harus dilakukan jika dapat dana lump sum?

Beberapa waktu yang lalu baru saja kita mendengar kabar bahwa para residen yang terlibat membantu pelayanan pasien coronavirus disease 2019 (COVID-19) mendapat insentif dalam bentuk dana yang jumlahnya cukup besar (75 juta IDR). Sehingga salah seorang sejawat kemudian memberi pesan kepada saya untuk menuliskan sebuah artikel mengenai apa yang sebaiknya dilakukan seorang residen jika mendapat dana tiba-tiba dalam jumlah besar (lump sum) seperti demikian.

Seperti yang selalu saya ungkapkan: your money, your rules.

Terserah para residen uang tersebut mau diapakan, toh mereka sudah mempertaruhkan nyawa mereka dalam pelayanan pasien COVID-19. Namun, berikut ini adalah beberapa hal yang akan saya lakukan jika saya mendapat uang lump sum sejumlah 75 juta IDR, diurutkan berdasarkan skala prioritas.

Lunasi utang

Jika kita mendapatkan dana lump sum tiba-tiba (warisan, menang undian, dll), hal paling bijak yang dapat kita lakukan adalah membayar utang, terutama yang memiliki bunga paling besar. Jika keseluruhan dana tersebut tidak dapat melunasi utang tersebut pun tidak apa-apa, yang jelas harus dipakai untuk mengurangi kewajiban utang kita.

Mengapa?

Karena utang merupakan musuh utama dari compound interest. Jika compound interest memiliki return yang eksponensial seiring dengan bertambahnya waktu, begitu juga dengan bunga dari utang! Tanyakan saja kepada orang-orang yang pernah terjebak utang kartu kredit (maka itu jangan pernah membayar biaya minimal dari tagihan bulanan kartu kredit). Semakin lama utang dipertahankan, maka bunga dari utang tersebut akan mengalami efek yang sama dengan compound interest, namun bukan untuk menaruh duit ke kantong kita, namun sebaliknya justru menarik uang dari kantong kita.

Jangan pernah lupakan bahwa memiliki utang sama saja kita bertaruh melawan masa depan yang penuh ketidakpastian. Jadi selagi kita memiliki uang yang “pasti” dari lump sum tersebut, sebaiknya risiko ini kita minimalisir dengan melunasi utang secepatnya.

Terlebih lagi, akan menjadi percuma Anda berinvestasi dan mengharapkan return jika di waktu yang sama ada bunga utang yang perlahan menggerogoti keuangan Anda. Bisa saja Anda merasa berinvestasi, namun sebenarnya sedang berjalan di tempat.

Isi dana darurat

Mereka yang tahu susahnya memenuhi keperluan dana darurat hanyalah mereka yang betul-betul menghitung dan (pernah atau sedang) mempersiapkannya. Sebagai contoh jika kita memutuskan untuk memiliki dana darurat sebanyak 6x pengeluaran bulanan saja, jika kita mengasumsikan pengeluaran bulanan kita sebesar 50% gaji, maka dari perhitungan itu saja berarti kita membutuhkan waktu 6 bulan untuk memenuhi dana darurat tersebut TANPA belanja atau membeli apapun untuk keinginan kita!

Maka jika kita mendapat kesempatan untuk mendapatkan dana lump sum, hal paling baik berikutnya adalah dialokasikan (mayoritas atau sepenuhnya) untuk memenuhi dana darurat.

Tidak setiap hari Anda mendapatkan kesempatan untuk mengambil jalan pintas menuju pemenuhan dana darurat.

Saya pribadi tertolong banyak karena menggunakan dana lump sum dari angpao pernikahan untuk memenuhi dana darurat, sehingga dari momen saya mendapat gaji pertama, saya sudah bisa mengalokasikan tabungan untuk investasi jangka panjang. Maka dari itu saya selalu berpikir apabila angpao pernikahan dihambur-hamburkan untuk honeymoon atau untuk membeli barang-barang tersier adalah sebuah kebodohan yang hanya akan menghambat perjalanan kita dalam mencapai tujuan investasi kita nantinya.

Dengan terpenuhinya dana darurat, maka ke depannya, kita akan menjadi lebih tenang di dalam berinvestasi, karena apapun yang kita lakukan dengan uang kita sudah pasti merupakan uang yang tidak akan perlu kita ambil untuk keperluan mendadak. Contoh apabila suatu hari mobil kita mogok dan memerlukan perawatan besar, atau ada anggota keluarga yang harus dirawat di rumah sakit, maka kita tinggal mengambil uang untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut dari dana darurat. Dana pokok investasi Anda akan aman tak tersentuh dan membiarkan efek compound interest bekerja dengan nyaman.

Bayar premi asuransi tahunan

Mungkin banyak orang berpikir bahwa membayar premi asuransi bulanan adalah yang lebih masuk akal, karena pengaturan keuangan kita akan lebih teratur karena disesuaikan dengan pemasukan kita (bulanan). Namun, sebenarnya jika kita lihat lagi, pembayaran premi asuransi secara bulanan jika ditotal selama setahun dan dibandingkan dengan bayar premi tahunan, maka jumlahnya akan menjadi lebih mahal (lebih banyak yang kita bayarkan), biasanya sekitar 14% lebih mahal.

Walaupun secara matematis membayar premi tahunan akan lebih murah, tetapi yang seringkali menjadi masalah adalah jumlah yang harus dibayarkan cukup besar dan belum tentu kita memiliki sejumlah dana tersebut. Misalnya membayar premi asuransi jiwa tahunan di awal sejumlah 12 juta IDR, yang pastinya akan berat jika harus dibayarkan dari gaji bulanan. Sehingga jika kita mendapatkan dana lump sum, uang ini dapat digunakan untuk membayar premi asuransi tahunan tersebut di awal. Selanjutnya, tinggal nilai premi tahunan di tahun berikutnya dibagi 12, dan kita tinggal menabung sejumlah tersebut setiap bulan ke depannya.

Saya sendiri melakukan hal ini dan dana tersebut saya taruh di reksa dana pasar uang (RDPU), sehingga selain saya bisa membayar premi asuransi tahunan lebih murah, saya juga sekalian mendapatkan return kecil dari investasi jangka pendek tersebut (paling hanya ratusan ribu IDR per tahun, but still, it’s my money working for me).

Investasikan untuk jangka panjang

Secara statistik, dana lump sum memiliki kesempatan untuk mencapai return lebih tinggi (note: kesempatan, bukan sebuah kepastian) jika dimasukkan ke dalam sebuah instrumen investasi untuk jangka panjang, karena artinya dana tersebut akan mengalami waktu lebih lama di market, sehingga efek compounding-nya memiliki durasi lebih lama untuk bekerja.

Maka, jika Anda kebetulan adalah seseorang yang sudah memenuhi kebutuhan dana darurat, sudah memiliki asuransi yang cukup sebagai proteksi, maka langkah yang tersisa adalah untuk menginvestasikan dana lump sum tersebut untuk tujuan-tujuan investasi jangka panjang. Sure, kalau Anda mau membelanjakannya sebagian terlebih dahulu, silakan saja. Just remember that every cent of that money spent means money not working for you.

Sedikit perhitungan dari saya untuk memanas-manasi Anda. Berapa kira-kira hasil akhir dari uang 75 juta IDR yang diinvestasikan dalam sebuah instrumen investasi dengan rerata return 13% per tahun selama 20 tahun?

864,231,582 IDR

Don’t you just love compound interest?

Jadi jangan pernah lupakan bahwa jika Anda mendapatkan dana lump sum secara tiba-tiba, anggaplah Anda sedang mendapatkan sekian banyak batalyon “pekerja” yang bisa mencari uang lagi untuk Anda. Masalah berikutnya hanya tinggal Anda mau memperkerjakan pekerja-pekerja tersebut atau lebih memilih untuk membelanjakannya, sehingga yang Anda dapatkan hanya barang/jasa, dan uang-uang tersebut melanjutkan tugasnya menjadi pekerja untuk orang lain.


Apa yang akan Anda lakukan jika tiba-tiba dapat uang 75 juta IDR?
Tinggalkan komentar di kolom di bawah.

Leave a Comment