image
Picture of Dissecting Money

Dissecting Money

DomaiNesia

Cara Menjadi Miliarder: Mitos Kekayaan Turun-temurun

Saat membicarakan mengenai membangun kekayaan, kebanyakan orang percaya bahwa yang bisa menjadi miliarder hanyalah orang-orang yang diwariskan kekayaan dalam jumlah besar oleh generasi pendahulunya. Namun, data-data justru menunjukkan kenyataan yang sangat berbeda: mayoritas miliarder adalah mereka yang membangun kekayaan mereka di generasi mereka sendiri (first-generation wealth). Dengan kata lain, mereka tidak mendapat kekayaan dari warisan – mereka membangunnya sendiri melalui disiplin, hidup sederhana, dan cerdas dalam berinvestasi.

Pada artikel ini kita akan melihat bagaimana caranya seseorang bisa menjadi miliarder, termasuk melihat rumus mudah mengenai bagaimana cara menghitung nominal kekayaan bersih yang diharapkan untuk setiap usia dan pendapatan (expected net-worth). Kita juga akan menepis mitos yang beredar bahwa kebanyakan miliarder datang dari keluarga kaya, dan menjelaskan bagaimana agar kita dapat membangun kebiasaan-kebiasaan untuk menjadi miliarder sedini mungkin.

Data: Mayoritas Miliarder Berhasil dengan Usaha Sendiri

Salah satu mitos yang paling sering berputar mengenai kekayaan adalah kebanyakan miliarder mendapatkan kekayaan mereka melalui warisan. Meski demikian, penelitian membuktikan fakta yang berbeda. Berdasarkan sebuah studi dari Fidelity Invesments, 88% dari miliarder memiliki kekayaan dari hasil usahanya sendiri. Ini berarti bahwa mereka tidak bergantung dari kekayaan orangtuanya; mereka membangun kekayaan mereka melalui kerja keras, menabung dengan hati-hati, dan berinvestasi dengan bijaksana.

Sebuah penelitian lain oleh Thomas Stanley dan William Danko yang menghasilkan buku “The Millionaire Next Door” menunjukkan hasil yang serupa, yaitu sekitar 80% miliarder adalah orang pertama di silisah keluarga mereka yang memiliki kekayaan sedemikian banyaknya. Fakta-fakta ini menekankan bahwa kebanyakan miliarder merupakan “orang biasa” yang membuat keputusan-keputusan finansial yang luar biasa dalam jangka waktu tertentu.

Menepis Mitos Kekayaan Turun-temurun

Gagasan bahwa miliarder “lahir sudah kaya” (atau di kedokteran lebih dikenal dengan istilah “kaya kongenital”) bisa menjadi pematah semangat bagi mereka yang tidak tumbuh besar di keluarga yang berkecukupan. Namun faktanya, menjadi seorang miliarder bukanlah mengenai di titik mana kita memulai, tetapi lebih ke bagaimana kita mengelola dan melipatgandakan uang kita seiring dengan berjalannya waktu.

Kebanyakan miliarder mencapai status mereka dengan memfokuskan diri kepada prinsip-prinsip dasar berikut ini:

  • Hidup di bawah kemampuan mereka (living below their means): Miliarder seringkali mempraktikkan gaya hidup frugal dan menghindari inflasi gaya hidup, yang berarti mereka tidak meningkatkan pengeluaran saat pendapatan mereka bertambah.
  • Berinvestasi dengan konsisten: Mereka memprioritaskan investasi dalam jangka panjang, mengedepankan aset-aset yang dapat diandalkan seperti saham, reksa dana indeks dan real estate, yang membuat kekayaan mereka semakin bertumbuh melalui compound interest.
  • Disiplin finansial: Para miliarder sangat berhati-hati dalam keuangan mereka, menabung jumlah yang signifikan dari pendapatan mereka dan menghindari utang dengan bunga yang tinggi.

Rumus Menjadi Miliarder: Menghitung Kekayaan Bersih yang Diharapkan

Sebuah cara berguna yang dapat dijadikan patokan untuk mengukur apakah kita sudah on track untuk menjadi miliarder adalah dengan menggunakan rumus dari buku The Millionaire Next Door. Rumus ini memberikan estimasi atau perkiraan berapa jumlah kekayaan bersih (net worth) yang diharapkan dari seseorang berdasarkan dari umur dan pendapatannya. Ini merupakan rumus sederhana yang dapat menjadi tolok ukur kesehatan keuangan kita:

Rumus kekayaan bersih yang diharapkan:

Kekayaan bersih yang diharapkan = (Usia x Pendapatan Tahunan) / 10

Sebagai contoh:

Jika Anda berusia 35 tahun dan memiliki penghasilan tahunan 500.000.000 IDR, maka kekayaan bersih yang diharapkan adalah: (35 x 500.000.000 IDR) / 10 = 1.750.000.000 (1 miliar 750 juta IDR)

Rumus ini akan memberikan kita tolok ukur dasar untuk mengevaluasi apakah kita sedang membangun kekayaan dengan laju yang konsisten berdasarkan usia dan pendapatan kita di suatu waktu tertentu. Jika kita menghitungnya dan mendapatkan kekayaan bersih kita sudah lebih tinggi dari hasil perhitungan tersebut, maka kita sudah melaju di atas kurva kekayaan bersih yang diharapkan untuk pendapatan kita saat itu. Namun jika hasilnya lebih rendah (which I’m sure most of us will be), maka sudah waktunya kita mengevaluasi kebiasaan-kebiasaan keuangan kita dan membuat penyesuaian untuk meningkatkan rasio tabungan dan investasi kita.

(FYI, I tried a simple calculation and found that the expected savings rate to reach the result of that formula in 10 years would be 35%)

Kekuatan dari Berinvestasi Secara Pasif di Reksa Dana Indeks

Salah satu cara yang paling efektif untuk membangun kekayaan seiring dengan waktu adalah dengan berinvestasi secara pasif melalui reksa dana indeks. Strategi ini berarti mengalokasikan tabungan kita ke reksa dana indeks, yang kemudian akan melakukan tracking terhadap performa indeks saham tertentu di Bursa Efek Indonesia. Penggunaan reksa dana indeks cukup populer di kalangan miliarder karena strategi ini menawarkan:

  • Biaya rendah: Karena reksa dana indeks dikelola secara pasif (tidak banyak buy/sell emiten saham untuk mendapatkan untung), maka reksa dana ini memiliki biaya pengelolaan yang lebih kecil daripada reksa dana yang dikelola secara aktif. (Baca mengapa biaya pengelolaan itu penting di sini)
  • Imbal hasil sesuai bursa: Secara historis, bursa saham memiliki rerata imbal hasil sekitar 7-10% setiap tahunnya, sehingga mendapatkan rerata imbal hasil sejumlah demikian sangat bisa diandalkan dalam jangka panjang.
  • Diversifikasi: Dengan berinvestasi di reksa dana indeks, artinya uang kita tersebar di banyak emiten/perusahaan, sehingga akan mengurangi risiko kehilangan dana pokok.

Dengan berinvestasi secara konsisten di reksa dana indeks yang memiliki biaya rendah, maka kita sedang membiarkan kekayaan kita bertumbuh melalui compound interest – bumbu rahasia di balik kekayaan banyak miliarder.

Hidup Frugal: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Ciri khas lain dari kalangan miliarder adalah mereka sangat berkomitmen untuk hidup secara frugal. Ini bukan berarti hidup menderita atau bahkan kelaparan, tetapi lebih ke memiliki kesadaran dan maksud yang jelas dalam setiap pengeluaran mereka. Para miliarder biasanya:

  • Menghindari inflasi gaya hidup: Seiring dengan bertambahnya pendapatan mereka, mereka tidak meningkatkan pengeluaran mereka. Namun, mereka justru mempertahankan gaya hidup yang sederhana dan mengarahkan kelebihan pendapatan tersebut ke investasi mereka.
  • Memperhatikan nilai, bukan kemewahan: Para miliarder lebih sering menggunakan/membeli mobil bekas, tinggal di rumah yang biasa-biasa saja, dan memprioritaskan pengalaman ataupun barang-barang yang memiliki nilai yang bertahan. (So all those rich people you see with fancy houses and cars – they’re not millionaires in terms of net worth, they’re just people who spent their money)
  • Menabung persentase tinggi dari pendapatan mereka: Kebanyakan miliarder menabung paling tidak 20-30% dari pendapatan mereka, bahkan lebih.

Membangun Kekayaan melalui Compound Interest

Compound interest adalah kunci rahasia yang paling ampuh untuk membangun kekayaan. Konsepnya sederhana, yaitu mendapatkan return/imbal hasil dari pokok dana yang sudah ditambahkan dengan imbal hasil sebelum-sebelumnya, sehingga menciptakan sebuah efek bola salju seiring waktu berjalan.

Berikut ini adalah sebuah contoh bagaimana compound interest dapat membantu kita untuk menjadi miliarder:

  • Jika seseorang menginvestasikan 7 juta IDR per bulan di dalam reksa dana indeks yang memiliki rerata return 8% per tahun, dia akan memiliki uang sejumlah 21 miliar IDR setelah 40 tahun.
  • Bahkan jika orang tersebut memulai lebih lambat, misalnya di usia 40 tahun, menginvestasikan 14 juta IDR per bulan dengan reksa dana dan return yang sama, dia akan memiliki uang lebih dari 17 miliar IDR pada usia 65 tahun.

And all the uncles (om-om) out there will ALWAYS say:

“I’m old, I don’t have time, I need more return on my investment.”

To which I’ll answer deeply in my heart, soundless, so I will not shock their already hypertrophic hearts:

“Yes you do have time. You’re just impatient. You want everything done today like a yesterday-afternoon-kid.”

Jalan Menuju Miliarder

Jadi bagaimana supaya kita bisa mengikuti jejak langkah para miliarder generasi pertama? Berikut ini adalah langkah-langkah kuncinya:

  1. Hidup di bawah kemampuan kita: Jadilah dokter yang biasa-biasa saja. Fokuslah pada menabung dan berinvestasi, ketimbang mengeluarkan uang untuk barang-barang mewah yang tidak akan menambah kekayaan bersih kita.
  2. Konsisten berinvestasi: Apakah itu dimulai dengan jumlah yang kecil maupun langsung besar, kuncinya adalah terus melakukannya setiap bulan dalam jangka waktu puluhan tahun, memberi uang kita waktu untuk bertumbuh.
  3. Jauhi utang: Utang dengan bunga tinggi, seperti bunga kartu kredit yang tidak dibayar pada waktunya, dapat melumpuhkan kaki kita dalam membangun kekayaan. Prioritaskan pelunasan utang dan pertahankan status bebas utang!
  4. Gunakan rumus miliarder: Secara reguler, hitung lagi nilai kekayaan bersih yang diharapkan (expected net-worth) dan sesuaikan kebiasaan-kebiasaan keuangan kita agar tetap dalam jalur yang tepat.
  5. Biarkan compound interest bekerja: Semakin lama uang kita berada di dalam instrumen investasi, semakin banyak uang itu bisa bertumbuh melalui kekuatan dari compound interest.

Kesimpulan: Siapapun Bisa Menjadi Miliarder

Mitos bahwa para miliarder mewarisi kekayaannya dari generasi sebelumnya sudah bisa kita tapiskan. Kenyataannya adalah, mayoritas jutawan adalah generasi pertama yang mencapai kekayaan tersebut, dan mereka mencapainya melalui keputusan-keputusan finansial yang cerdas, investasi secara konsisten, dan hidup hemat.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang sama – hidup sesuai atau di bawah kemampuan kita, berinvestasi di reksa dana indeksi, dan memanfaatkan kekuatan compound interest, kita dapat menempatkan diri kita pada jalur menuju financial independence. Gunakan rumus menjadi miliarder untuk mengukur kemajuan kita, dan ingatlah bahwa menjadi miliarder bukanlah mengenai keberuntungan ataupun warisan, tetapi ini mengenai membuat keputusan-keputusan-keputusan keuangan penuh disiplin yang akan terakumulasi seiring waktu berjalan.


Apakah Anda masih merasa bahwa miliarder itu bisa kaya karena warisan?
Apakah fenomena ini ada di lingkungan sekitar Anda?
Tinggalkan komentar di kolom di bawah.

Image AI-generated by GPT-4o.

www.domainesia.com

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.