Andai Saya Melek Finansial 10 Tahun Lalu

Photo by abi ismail on Unsplash

Bukan sebuah penyesalan

Sering sekali saya mendengar dari sejawat yang baru memulai perjalanan finansialnya di usia 30 tahun ke atas, bahwa mereka menyesal tidak mempelajarinya sejak waktu masih mahasiswa. Saya pun sering sekali memiliki pemikiran “andai saja” yang demikian.

Namun artikel ini bukanlah sebuah ungkapan penyesalan, karena toh saya sangat bersyukur saya sudah menyadarinya sekarang. Artikel ini justru merupakan penekanan saya akan pentingnya memiliki literasi finansial sedini mungkin. Sehingga, artikel ini saya kira akan sangat bermanfaat untuk mereka yang masih duduk sebagai mahasiswa kedokteran atau bahkan lulusan baru dokter umum.

Dalam artikel ini saya akan mengemukakan beberapa hal yang menurut saya bisa saya lakukan jika 10 tahun yang lalu saya sudah mulai melek finansial. Usia saya sekarang 33 tahun, sehingga jika ditarik ke belakang sejauh 10 tahun, maka usia saya 23 tahun, periode tahun 2010, dan posisi saya waktu itu masih sebagai co-ass tingkat akhir.

Kira-kira hal apa saja yang akan saya lakukan di waktu itu jikalau saya sudah melek finansial dan dapat saya rasakan manfaatnya di masa sekarang?

Pengaturan keuangan yang jauh lebih baik

Saya sendiri merasa bahwa pengaturan keuangan saya sepanjang mahasiswa, bahkan hingga menjalani studi spesialis sebagai residen sangat kacau balau. Meskipun uang yang saya dapatkan masih berupa uang jajan bulanan dari orangtua dan bukan pendapatan saya sendiri, tetapi tetap saja harusnya saya bisa mengaturnya dengan baik.

Akibat pengaturan keuangan yang buruk tersebut, saya sekarang sama sekali tidak memiliki dana hasil tabungan saya di masa-masa tersebut. Pada saat itu saya mendapat uang jajan dari orangtua saya 2,5 juta IDR per bulan, sehingga jika saya asumsikan saya memiliki rasio tabungan sebesar 20%, maka seharusnya setiap bulan saya bisa menabung sebesar 500 ribu IDR. Di atas kertas seharusnya sangat mungkin untuk dilakukan.

Compound interest bekerja lebih dini

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa salah satu prinsip terpenting dalam compound interest adalah waktu. Semakin dini kita memulainya, efeknya akan semakin eksponensial. Sehingga, compound interest akan bekerja jauh lebih baik untuk saya apabila saya sudah memulainya 10 tahun yang lalu.

Sebagai gambaran, mari kita lanjutkan asumsi bahwa diri saya 10 tahun yang lalu sudah memiliki rasio tabungan yang stabil di 20% per bulan, dan rutin melakukannya selama 10 tahun. Kita asumsikan bahwa saya tidak mengalokasikan untuk dana darurat terlebih dahulu, dan karena saya mengalokasikannya untuk jangka panjang, maka saya menaruhnya di instrumen reksa dana indeks yang berhasil mengikuti IHSG 10 tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 10%. Berapa kira-kira dana pokok yang akan saya miliki pada saat saya lulus sebagai spesialis?

95.624.548 IDR

Lumayan kan?

Kalau pun misalnya karena saya sudah berkeluarga saya memutuskan untuk mencairkan dana tersebut dan dijadikan dana darurat, saya sudah bisa 2/3 jalan selesai mengumpulkan dana darurat saya di awal karir saya sebagai dokter spesialis.

Sayangnya uang 500 ribu IDR per bulan di masa-masa itu mungkin sekedar menjadi kemeja Topman yang sekarang bahkan tidak saya pakai lagi atau sudah disumbangkan karena bosan.

Ternyata kemeja yang membuat saya terlihat sedikit lebih bagus di Instagram tidak ada compound interest-nya sama sekali.

Lebih dini belajar asuransi

Terlalu lama waktu yang saya buang untuk takut dan tidak mau tahu dengan yang namanya asuransi. Padahal sudah kita ketahui bahwa asuransi merupakan salah satu dari 3 fondasi personal finance (di samping dana darurat dan investasi).

Andai saja saya sudah mulai mempelajari dan mencoba mengerti asuransi sejak 10 tahun lalu, maka kemungkinan besar saya bisa:

  • Mengarahkan orangtua saya untuk membeli asuransi kesehatan murni yang baik di usia yang 10 tahun lebih muda dari sekarang. Karena semakin bertambah tua, prosedur medical check up untuk asuransi kesehatan murni yang harus dilewati pun akan semakin repot dan pertanyaannya akan semakin banyak. Kemungkinan besar jika hal ini saya lakukan 10 tahun yang lalu, akan lebih mudah untuk melalui semua persyaratannya.
  • Berdiskusi dengan orangtua saya mengenai asuransi apa yang mereka belikan untuk anak-anaknya. Karena sekarang setelah saya review ulang semua polis asuransi yang dibeli oleh ayah saya (kebanyakan produk unitlink), ternyata banyak yang “salah arah” dan tidak sesuai dengan apa yang mungkin saya butuhkan saat ini. Untuk apa diri saya yang masih kuliah dibelikan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang hanya 150 juta IDR, hanya untuk mendapatkan manfaat rider asuransi kesehatan?

I wasted too much time being scared of insurance products, only to realize later how important it actually is.

Menyadarkan orangtua akan pentingnya net-worth

Salah satu hal pertama yang saya lakukan setelah saya memiliki literasi keuangan yang cukup adalah memberanikan diri untuk mengajak kedua orangtua saya duduk dan berdiskusi mengenai aset-aset apa saja yang mereka miliki dan kemudian kami hitung net worth mereka bersama. Dan sesudah dihitung, ternyata memang beberapa aset properti dan deposito yang mereka miliki pun di atas kertas masih jauh dari perhitungan kebutuhan dana pensiun untuk bisa hidup financially free di masa pensiun mereka.

Sehingga saat ini pun selain memikirkan untuk dana pensiun saya nanti, saya juga masih memiliki proyek untuk mempersiapkan kedua orangtua saya memasuki masa pensiunnya yang semakin mendekat. Bukankah akan sangat baik prognosisnya apabila hal ini bisa saya mulai 10 tahun yang lalu?

You will see the importance of saving and investing once you’ve calculated your net worth.

Bisa memulai blog ini lebih awal

Last but not least, I wish I had started this venture on blogging 10 years ago.

Gerakan financial independence retire early (FIRE) pun baru ramai dibicarakan di luar negeri sekitar tahun 2011. Artinya sebenarnya blog-blog yang saya jadikan benchmark untuk blog ini pun sudah bisa saya ikuti dari 9 tahun yang lalu.

Bayangkan seberapa jauh self-growth yang bisa saya dapatkan melalui blogging selama 10 tahun, networking yang saya dapatkan, signifikansi personal branding yang akan jadi jauh lebih maju? Selain itu, berapa banyak teman mahasiswa atau sejawat yang bisa terbantu dalam perjalanan mereka meraih literasi finansial selama 10 tahun ini?

Well, no regret.

At least I have started this journey.
You should start yours.

Jadi, untuk para mahasiswa kedokteran dan lulusan dokter umum yang masih berusia muda, I have given you my 2 cents.

Your move now.


Apakah Anda sudah memulai perjalanan literasi finansial Anda?
Atau Anda adalah seseorang seperti saya yang merasa memulainya sangat terlambat?
Tinggalkan komentar di kolom di bawah.

5 thoughts on “Andai Saya Melek Finansial 10 Tahun Lalu”

  1. Terimakasih pencerahannya dok, dok izin bertanya compound interest itu apa dok?
    Apakah ketika kita kepengen membeli sesuatu harus berhitung dlu ttg compound interest barang tsb atau bagaimana dok? Makasi dok sebelumnya

    Reply
  2. Yaa setidaknha sekarang kita bisa berbagi pengetahuan literasi ini dengan orang terdekat kita..”jika mereka mau tau dan mau membuka hati” .. hehehe

    Reply
  3. Semoga selalu semangat dok, usia saya juga 33.. sendiri memulainya dengan asuransi sampai sekarang sejak usia 22.. bahkan saya tidak tahu apa manfaatnya kelak (pertanggungannya hny 50jt), karena bukan siapa yang memulainya dahulu atau berapa banyaknya tp sebuah Berkah semoga menggiring ke Berkah selanjutnya dan ke banyak pihak

    Reply

Leave a Comment