Pentingnya Perilaku dalam Berinvestasi

Saya percaya bahwa mengejar nilai bagus di dalam studi kedokteran tidak akan membawa Anda kemana-mana selain kepada stres yang, sorry to say: Anda ciptakan sendiri. Yang terpenting adalah attitude (sikap) dan perilaku seorang calon dokter di dalam berinteraksi dengan lingkungan belajarnya, pun di waktu menghadapi tekanan-tekanan.

Hal yang sama berlaku juga di dalam berinvestasi: bukan instrumen investasinya yang menjadi kunci utama, tetapi perilaku Anda yang akan menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan investasi Anda.

Andai Saya Melek Finansial 10 Tahun Lalu

Sering sekali saya mendengar dari sejawat yang baru memulai perjalanan finansialnya di usia 30 tahun ke atas, bahwa mereka menyesal tidak mempelajarinya sejak waktu masih mahasiswa. Saya pun sering sekali memiliki pemikiran “andai saja” yang demikian.

Ilusi Sukses Melalui Bisnis

Sebagai peringatan di awal, jika Anda adalah seseorang yang merasa dan masih meyakini bahwa membangun/memiliki sebuah bisnis adalah satu-satunya cara untuk sukses, untuk membangun kekayaan dan mencapai financial independence, maka artikel ini bukanlah untuk Anda. You’re not going to like what I’m going to say.

Understanding “The Big Short”

Kalau Anda sudah menonton film “The Big Short” dan tidak mengerti apa yang terjadi, you’re not alone. Saya sendiri harus menontonnya 3 kali (sambil mempelajari istilah-istilahnya) sampai akhirnya baru bisa mengerti film tersebut menceritakan tentang apa.

Kesalahan Fakultas Kedokteran

Kesalahan terbesar fakultas kedokteran adalah terlalu terkonsentrasi pada hal kemanusiaan dan tidak mempersiapkan seorang lulusan dokter baru untuk kenyataan hidup.

Jangan dilupakan bahwa pendidikan kedokteran pun sebenarnya sedang mempersiapkan seseorang untuk memiliki karir untuk menghidupi dirinya dan keluarganya di masa depan.

Roda Ekonomi Keluarga Antar Generasi

Karena kami sama-sama memiliki ayah yang berangkat dari kehidupan yang secara ekonomi sangat susah sewaktu kecil, dan kemudian bertumbuh dewasa dan berhasil meraih kesuksesan di usia produktifnya. Lalu kami berpikir apakah kami yang melewati masa kecil dengan relatif “lancar” ini dapat bertahan menghadapi gelombang hidup di masa depan?