photoholgic-1h8Z0Y-uLAs-unsplash
Dissecting Money

Dissecting Money

Apakah Cukup Menabung 20% Tiap Bulan?

Jika pada artikel sebelumnya saya mengemukakan mengenai bagaimana seharusnya setiap orang bisa paling tidak menyisihkan sepersepuluh gajinya tiap bulan, maka pada artikel kali ini saya akan membeberkan kenyataan pahit kepada pembaca: sudah menabung seperlima (20%) gaji pun ternyata secara matematis belum akan cukup untuk mengantarkan Anda ke financial independence.

Hubungan antara rasio tabungan dengan waktu pensiun

Tabel yang saya ambil dari mrmoneymustache di atas menunjukkan hubungan antara rasio tabungan (savings rate) Anda – dalam arti berapa persen gaji yang Anda sisihkan setiap bulan untuk investasi – dan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk bekerja sebelum akhirnya bisa pensiun.

Sebagai catatan, pensiun di sini bukan berarti hanya berhenti bekerja, tetapi berhenti bekerja karena memang dana pensiun kita sudah mencukupi untuk hidup kita sehari-hari tanpa kita harus bekerja lagi sedetik pun dalam kehidupan kita ke depannya.

Hasil perhitungan di tabel tersebut mengasumsikan return bersih (setelah memperhitungkan inflasi) dari investasi di usia produktif adalah 5% per tahun (jangan terburu-buru mengatakan nilai return ini terlalu kecil untuk dijadikan dasar perhitungan, karena mayoritas orang bahkan hanya mengenal instrumen deposito, yang return bersihnya bahkan tidak mencapai angka 5% per tahun).

Menabung 20% gaji itu bukan pilihan

Kembali ke tabel, perhatikan bahwa jika seseorang “hanya” mampu menabung dan menginvestasikan 20% dari gajinya setiap bulan (saya tulis “hanya” karena sebenarnya praktiknya sangat sulit untuk dilakukan), maka orang tersebut baru bisa pensiun/mencapai tahap financial independence setelah 37 tahun bekerja.

Jika Anda adalah seorang dokter spesialis seperti saya, yang baru mendapatkan gaji rutin di usia 33 tahun, maka Anda bisa menghitung sendiri bahwa jika saya hanya memiliki rasio tabungan 20% setiap bulan, saya baru bisa berhenti bekerja dan memiliki uang yang cukup untuk pensiun di usia 70 tahun.

Usia di mana saya sudah harus bersiap-siap untuk meninggalkan dunia ini jika menurut rerata usia harapan hidup.

Jadi, dengan demikian saya harus menyampaikan kenyataan pahit kepada pembaca sekalian:

Rasio tabungan 20% baru akan mengantarkan Anda ke waktu pensiun di usia yang seharusnya.

But if you’re like me, who would like to reach financial independence and retire early (FIRE), then we need to step our savings game up and be dead serious about it.

 

Di saat arus mainstream/vox populi para dokter di luar sana sedang berlomba-lomba untuk mempertontonkan barang mevvahnya di Instagram, doctors on FIRE seharusnya bisa melihat makna hidup tersirat yang jauh lebih penting dari itu: manage our money well, save and invest more than 20% of our income, and retire happily with more money than what most people have on their retirement age.

Menabung 20% gaji itu bukan hal yang mudah

Bagi sejawat yang sudah mempraktikkan budgeting setiap bulannya, pasti sudah merasakan betapa susahnya untuk mempertahankan konsistensi rasio tabungan sebesar 20% setiap bulannya.

Untuk dapat menyisihkan sejumlah demikian, mungkin Anda harus secara konstan:

  • tidak beli kopi di gerai kopi Instagrammable
  • membawa bekal dari rumah
  • hanya bisa membeli 1 dari 5 wishlist di aplikasi online shopping
  • membatasi makan di restoran mevvah
  • mengurangi aktivitas-aktivitas di luar rumah yang hanya menghabiskan uang tol, bensin dan parkir
  • menahan diri untuk tidak upgrade mobil setiap 5 tahun sekali

Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas, mungkin kita dapat memotong 8-9 tahun waktu yang diperlukan untuk bekerja.

Untuk membantu membentuk pola pikir sejawat sekalian, berpikirlah demikian:

Setiap sen uang yang tidak Anda keluarkan untuk hal-hal percuma adalah setiap sen yang berkurang dari jumlah nominal tabungan yang Anda harus cukupi untuk mencapai dana pensiun.

Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa dengan merubah gaya hidup Anda, maka waktu yang Anda butuhkan untuk bekerja akan semakin dipersingkat.

Tanyakan ke diri Anda sendiri: apakah worth it melakukan semua hal-hal di atas demi bisa memiliki 8-9 tahun ekstra bebas dari kewajiban bekerja dan bisa menikmati waktu penuh dengan keluarga?

Because I don’t know about you, but it sure will mean the world to me.

Dalam hal mencapai financial independence, membatasi pengeluaran jauh lebih penting daripada mencoba menambah income atau memaksimalkan return dari investasi kita.

Apalagi jika selepas pendidikan dokter/dokter spesialis, Anda dan keluarga sudah terlanjur mengalami inflasi gaya hidup dan sudah terbiasa live within your means (pendapatan = pengeluaran) atau, lebih parah lagi: live above your means (pengeluaran = pendapatan + utang kartu kredit). Untuk mengembalikan rasio tabungan ke 20% per bulan lagi mungkin akan terasa layaknya garam di atas luka.

Sekarang Anda sudah mulai bisa memahami bahwa hidup frugal itu berkaitan langsung dengan kemampuan Anda mencapai financial independence.

Bertahan lebih penting daripada menyerang

Karena investasi bukanlah mengenai memaksimalkan return atau cuan seperti yang banyak dipercaya orang di luar sana. Investasi adalah mengenai proteksi capital (dana pokok) investasi kita melalui manajemen risiko, dan mengenai mendapat return yang “cukup.”

Cukup berdasarkan apa? Tentunya berdasarkan perhitungan Anda mengenai berapa rerata return yang Anda butuhkan untuk mencapai nominal dana dari sebuah tujuan investasi tertentu.

Jika Anda merencanakan untuk mencapai sebuah tujuan investasi dengan cara budgeting rutin, hidup biasa-biasa saja dan menetapkan rasio tabungan (sebaiknya lebih dari 20%), maka ini adalah strategi berinvestasi yang paling masuk akal, karena menggunakan uang yang memang sudah Anda miliki.

The money’s already yours.

Tinggal permasalahannya: uang tersebut pergi ke mana lagi setelah mampir ke rekening Anda?

Berapa persen dari pekerja-pekerja kecil (baca: uang) ini yang Anda pekerjakan untuk mencari uang lagi 20-30 tahun ke depan?


Photo by Photoholgic on Unsplash

Berapa persen rasio tabungan Anda saat ini?
Apakah Anda sudah dapat melihat hubungan antara gaya hidup dan dana pensiun?
Tinggalkan komentar di kolom di bawah.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Weekly newsletter

Suntikan literasi keuangan (dan kehidupan) mingguan di tengah kesibukan Anda!